
Fidelitas (bahasa Inggris: fidelity) adalah kualitas dari kesetiaan atau loyalitas. Makna aslinya berkaitan dengan kewajiban dalam arti yang lebih luas daripada konsep terkait, yaitu fealti. Keduanya berasal dari kata bahasa Latin fidēlis, yang berarti "setia atau loyal". Di pasar keuangan Kota London, istilah ini secara tradisional digunakan dalam makna yang terangkum dalam semboyan "ucapanku adalah jaminanku" (my word is my bond).
Dalam filsafat moral
Dalam filsafat moral, fidelitas merujuk pada seseorang yang menepati kesepakatan. Fidelitas kuat merujuk pada seseorang yang tetap menepati kesepakatan meskipun tidak saling menguntungkan bagi pihak lain.[1]
Audio dan elektronika
Dalam bidang audio, "fidelitas" (atau ketepatan reproduksi) menandakan seberapa akurat suatu salinan mereproduksi sumber aslinya. Pada dekade 1950-an, istilah "fidelitas tinggi" atau "hi-fi" dipopulerkan untuk peralatan dan rekaman yang menampilkan reproduksi suara yang lebih akurat.[2] Sebagai contoh, piringan hitam yang aus akan memiliki fidelitas yang lebih rendah daripada piringan hitam dalam kondisi baik, dan rekaman yang dibuat oleh perusahaan rekaman beranggaran rendah pada awal abad ke-20 cenderung memiliki fidelitas audio yang jauh lebih rendah daripada rekaman modern yang berkualitas baik.[3] Demikian pula dalam bidang elektronika, fidelitas merujuk pada kesesuaian antara sinyal keluaran (output) dan sinyal masukan (input), alih-alih kualitas suara, seperti pada teknologi koneksi internet populer "Wi-Fi".[4]
Istilah "lo-fi" telah ada setidaknya sejak dekade 1950-an, tak lama setelah diterimanya istilah "hi-fi", tetapi definisinya terus berkembang antara dekade 1970-an dan 2000-an. Dalam Oxford Dictionary edisi 1976,[butuh klarifikasi] lo-fi ditambahkan di bawah definisi "produksi suara dengan kualitas yang kurang baik dibandingkan 'hi-fi'", dan dalam glosarium buku tahun 1977 berjudul The Tuning of the World, didefinisikan sebagai "rasio sinyal terhadap derau yang tidak menguntungkan" (unfavourable signal-to-noise ratio). Pada tahun 2003, Oxford Dictionary menambahkan definisi kedua: "Suatu genre musik rok yang dicirikan oleh produksi minimal, sehingga menghasilkan suara yang mentah dan sederhana." Definisi ketiga ditambahkan pada tahun 2008: "Tidak dipoles, amatir, atau tidak canggih secara teknologi, terutama sebagai pilihan estetika yang disengaja."[5][6]
Referensi
- ↑ Kuhn, Steven T. (1996). "Agreement Keeping and Indirect Moral Theory". The Journal of Philosophy. 93 (3): 105–128. doi:10.2307/2940872. ISSN 0022-362X.
- ↑ Hartley, H. A. (1958). Audio Design Handbook (PDF). New York, New York: Gernsback Library. hlm. 7, 20. Library of Congress Catalog Card No. 57-9007. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-01-27. Diakses tanggal 2009-08-08.
- ↑ "The Evolution of Microphone Technology: From Ribbon to Condenser". New York Audio Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-18.
- ↑ "fidelity – ATIS Telecom Glossary" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-18.
- ↑ Harper, Adam (2014). Lo-Fi Aesthetics in Popular Music Discourse (PDF). Wadham College. hlm. 7–11. Diakses tanggal Maret 10, 2018.
{{cite thesis}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "COMES WITH FRIES | What Does Lo-fi Actually Mean?". www.comeswithfries.com. Diakses tanggal 2026-02-18.