Rabu, 07 Oktober 2026
03:37 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Ficus benghalensis

Ficus benghalensis

Bagikan:
Banyan
250px-Great_banyan_tree_kol.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banyan di Howrah, Kolkata
250px-Banyan_fruit_Ficusbenghalensis_IGZoopark_Visakhapatnam.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah banyan di Taman Kebun Binatang Indira Gandhi, Visakhapatnam
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Tribus: Ficeae
Genus: Ficus
Subgenus: F. subg. Urostigma
Spesies:
F. benghalensis
Nama binomial
Ficus benghalensis
L. 1753
Sinonim[1]
  • Ficus banyana Oken
  • Ficus benghalensis var. benghalensis
  • Ficus benghalensis var. krishnae (C. D. C.) Corner
  • Ficus chauvieri G. Nicholson
  • Ficus cotoneifolia Vahl
  • Ficus cotonifolia Stokes
  • Ficus crassinervia Kunth & C. D. Bouché
  • Ficus indica L.
  • Ficus karet Baill.
  • Ficus lancifolia Moench
  • Ficus lasiophylla Link
  • Ficus procera Salisb.
  • Ficus pubescens B. Heyne ex Roth
  • Ficus umbrosa Salisb.
  • Perula benghalensis Raf.
  • Urostigma benghalense (L.) Gasp.

Ficus benghalensis, Ficus indica, atau Ficus audrey, yang umum dikenal sebagai banyan, ara banyan, ara audrey, dan banyan india,[2] adalah pohon yang berasal dari anak benua India. Spesimen di India termasuk di antara pohon terbesar di dunia jika diukur dari luas tajuknya. Pohon ini juga dikenal sebagai "ara pencekik" karena, seperti banyak pohon lain dalam genus Ficus, ia memulai hidup sebagai epifit, yakni bertumpu pada pohon lain yang pada akhirnya akan tercekik olehnya.

Deskripsi

250px-Denkschriften_der_Kaiserlichen_Akademie_der_Wissenschaften_-_Mathematisch-Naturwissenschaftliche_Classe_%281858%29_%2820665373299%29%2C_Ficus_benghalensis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan alam daun, memperlihatkan bentuk dan tulang daun

Ficus benghalensis adalah pohon hijau abadi, berumah satu, dan tumbuh cepat, yang terutama ditemukan di hutan monsun dan hutan hujan, mampu mencapai tinggi hingga 30 meter.[3] Pohon ini tahan terhadap kekeringan dan embun beku ringan. Ia menghasilkan akar gantung yang tumbuh ke bawah. Setelah mencapai tanah, akar-akar tersebut akan menancap dan berkembang menjadi batang berkayu yang kokoh.

Buah ara yang dihasilkan pohon ini dimakan oleh burung seperti burung kerak ungu (Acridotheres tristis). Biji ara yang telah melewati sistem pencernaan burung lebih mungkin berkecambah dibandingkan biji yang tidak.[4]

Reproduksi

section ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Pohon beringin mudah berkembang biak melalui biji maupun stek, dan sering menyebar dari tempat asal dengan perantaraan akar gantung yang menancap ke tanah lalu tumbuh dan menebal hingga akhirnya "mandiri" dari batang utama, sehingga seolah-olah dapat "bermigrasi" ke tempat lain, kadang dalam jarak yang cukup jauh. Buah aranya dimakan oleh berbagai jenis burung pemakan buah seperti Psilopogon haemacephalus dan Acridotheres tristis. Biji yang telah melewati sistem pencernaan burung lebih mungkin untuk berkecambah dan tumbuh lebih cepat.

Biji beringin dapat jatuh dan tumbuh di dekat pohon induknya, dan sering pula berkecambah di lubang batang, dinding, atau bebatuan. Secara bertahap, biji ini mulai tumbuh sebagai epifit dengan memanfaatkan benda apa pun untuk memanjat demi mendapatkan sinar matahari. Dalam kondisi normal, pohon akan tumbuh hingga mencapai titik dengan sinar matahari terbanyak, sehingga ketinggiannya bervariasi. Karena itu, di tempat di mana beringin mendominasi, alih-alih tumbuh menjulang, ia cenderung melebar ke permukaan tanah untuk mengisi celah tanpa vegetasi. Secara umum, tajuk beringin jauh lebih lebar dibandingkan tingginya.

Dalam budaya

Ficus benghalensis adalah pohon nasional India.[5]

Pohon ini dianggap suci di India,[6] dan kuil sering dibangun di dekatnya. Karena ukuran tajuknya yang besar, pohon ini juga memberi keteduhan yang bermanfaat di iklim panas.

Dalam Buddhisme Theravada, pohon ini disebut sebagai pohon yang digunakan untuk mencapai pencerahan atau Bodhi oleh Buddha ke-24 bernama "Kassapa - කස්සප". Tumbuhan suci ini dikenal sebagai "Nuga - නුග" atau "Maha nuga - මහ නුග" di Sri Lanka.[7]

Pohon ini juga dipercaya sebagai tempat di mana Adhinath, Tirthankara pertama dalam Jainisme, mencapai Kewal Gyan atau pencerahan spiritual.

Spesimen terkenal

Untuk daftar yang lebih lengkap, lihat Daftar pohon banyan di India.

Beringin raksasa di India merupakan pohon terbesar di dunia jika diukur dari luas tajuknya. Pohon-pohon terkenal yang menonjol antara lain:

Pohon terbesar yang diketahui di dunia dalam hal luas dua dimensi yang ditutupi tajuknya adalah Thimmamma Marrimanu di Andhra Pradesh, India, yang menutupi area seluas 19.107 meter persegi (205.670 sq ft). Kelilingnya, 846 meter (2.776 ft), juga merupakan yang terbesar dari pohon mana pun yang pernah tercatat.[8]

Nearchus, seorang laksamana Alexander Agung, menggambarkan sebuah spesimen besar di tepi Sungai Narmada di wilayah Bharuch modern, Gujarat, India; kemungkinan besar ia menggambarkan pohon yang kini dikenal sebagai "Kabirvad". Tajuk pohon yang digambarkan Nearchus disebut-sebut begitu luas hingga mampu menaungi 7.000 orang. James Forbes kemudian menuliskannya dalam Oriental Memoirs (1813–5) sebagai pohon dengan keliling hampir 610 m (2.000 ft) dan memiliki lebih dari 3.000 batang.[9] Saat ini, tajuk Kabirvad memiliki luas 17.520 meter persegi (188.600 sq ft) dengan keliling 641 meter (2.103 ft).[8]

Spesimen India terkenal lainnya termasuk The Great Banyan di Kebun Raya Jagadish Chandra Bose di Shibpur, Howrah, yang memiliki tajuk seluas 18.918 meter persegi (203.630 sq ft) dan berusia sekitar 250 tahun, serta Dodda Aladha Mara di Kettohalli, Karnataka, yang memiliki tajuk seluas 12.000 meter persegi (130.000 sq ft) dan berusia sekitar 400 tahun.

Galeri

Referensi

  1. ↑ "Ficus benghalensis L." www.worldfloraonline.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ficus benghalensis L." Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database.
  3. ↑ "Ficus benghalensis". Royal Botanic Gardens KEW Plants of the World Online (dalam bahasa British English). Diakses tanggal 19 June 2022.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; line feed karakter dalam |access-date= pada posisi 3
  4. ↑ Midya, S.; Brahmachary, R. L. (1991) "The Effect of Birds Upon Germination of Banyan (Ficus bengalensis) Seeds". Journal of Tropical Ecology. 7(4):537-538.
  5. ↑ "National Tree". Govt . of India Official website. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-19. Diakses tanggal 2019-04-26.{{cite web}}: line feed karakter dalam |publisher= pada posisi 5
  6. ↑ Simoons, F.J. (1998). Plants of Life, Plants of Death. University of Wisconsin Press. ISBN 9780299159047.
  7. ↑ Bali Hai (2018-05-01). "Ficus benghalensis (Banyan Tree) - Zone J". Plants Map. Diakses tanggal 2019-04-26.{{cite web}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 6
  8. 1 2 Bar-Ness, YD (June 2010). "The World's Largest Trees? Cataloguing India's Giant Banyans" (PDF). Outreach Ecology. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-01-04. Diakses tanggal 2018-01-04.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=; line feed karakter dalam |date= pada posisi 5
  9. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Fig" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan