Senin, 19 Oktober 2026
10:44 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Ferdinand Wiggers

seniman dan pelukis Indonesia keturunan Belanda

Bagikan:
Ferdinand Wiggers
PekerjaanPenulis
Pasangan menikahTjanting
Anak8

Ferdinand Wiggers, lahir tahun 1862 dan meninggal pada tanggal 20 September 1912,[1] adalah seorang penulis Indonesia. Menurut Kwee Tek Hoay, F. Wiggers adalah putra E.F Wiggers, editor dan pendiri surat kabar berbahasa Melayu Bintang Barat dan Bintang Betawi.[2]

Sebagai mantan controleur, karier jurnalistiknya dimulai ketika ia menjadi editor pada Pembrita Betawi pada tahun 1898. la kemudian bekerja pada beberapa surat kabar dan jurnal lainnya: Warna Sari, terbitan berkala Jawa pada 1901 dan pada tahun berikutnya menjadi editor untuk Bandera Wolanda sekaligus Pengadilan. la juga editor untuk Hoekoem Hindia pada tahun 1898, yang pada tahun 1903 berubah menjadi Taman Sari, dan ia terus bekerja di surat kabar itu sampai meninggal pada 20 September 1912.[1]

Hasil karya

la menulis beberapa novel yang dimuat berseri di surat kabar tempatnya bekerja sebagai editor, misalnya:

  • Raden Adjeng Aidali: soeatoe tjerita jang kedjadian di tanah Djawa (1910)
  • Tjerita Njai Isah (1904)
  • Tjerita Dokter Legendre atau Mereboet harta (1902)
  • Lelakon Raden Beij Soerio Retno (1901), satu-satunya drama karyanya yang dikenal.

Rujukan

  1. 1 2 (Indonesia) LastName, FirstName (2006). Antologi drama Indonesia. Jakarta: Amanah Lontar. ISBN 979998582x.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: karakter tidak valid halaman 268
  2. ↑ (Indonesia) 100 tahun Kwee Tek Hoay: dari penjaja tekstil sampai ke pendekar pena. Penyunting Myra Sidharta. Sinar Harapan, 1989, Jakarta. Halaman 89.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan