Kamis, 24 September 2026
19:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Fengjian

ideologi politik yang eksis selama periode akhir dinasti Zhou

Fēngjiàn (封建, feodal) adalah sistem ideologi politik dan pemerintahan pada masa Tiongkok kuno, yang struktur sosialnya membentuk sistem desentralisasi pemerintahan seperti konfederasi,[1] berdasarkan kelas pemerintahan yang terdiri dari Putra Surgawi (kaisar), bangsawan dan rakyat kelas bawah (yang dikategorikan menjadi empat kategori: pejabat, petani, buruh dan pedagang). Sistem ini setidaknya sudah ada sejak dinasti Shang, tetapi secara resmi baru didirikan selama dinasti Zhou Barat ketika raja-raja Zhou mengangkat kerabat klan mereka dan sesama prajurit sebagai vasal. Melalui sistem fengjian, raja akan mengalokasikan sebidang tanah kepada seorang bangsawan, menjadikannya sebagai penguasa de facto di wilayah itu dan mengizinkan gelar serta wilayahnya diwarisi oleh keturunannya secara sah. Hal ini menciptakan sejumlah besar wilayah lokal, yang kemudian menjadi negara bagian otonom.

Setiap negara vasal fengjian merupakan wilayah otonom dan memiliki sistem pajak dan hukumnya sendiri termasuk mata uangnya yang unik bahkan gaya penulisannya sendiri.

Referensi

  1. V MURTHY. MODERNITY AGAINST MODERNITY: WANG HUI'S CRITICAL HISTORY OF CHINESE THOUGHT. Modern Intellectual History, 2006 – Cambridge Univ Press


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan