Kamis, 08 Oktober 2026
02:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Fedaiyan Islam

Bagikan:

Fedaiyan Islam dari segi bahasa berarti orang-orang yang rela berkorban adalah sebuah nama organisasi politik Islam radikal di Iran dan pemimpin organisasi ini adalah Navvab Safavi.[1] Gerakan utama dari organisasi ini adalah menolak pengaruh asing, dan menuntut nasionalisasi perusahaan-perusahaan yang telah diprivatisasi oleh pihak asing.[1]

Kelompok tersebut adalah sebuah kelompok nasionalis yang tumbuh melawan dominasi mobilisasi asing di Timur Tengah pasca Perang Dunia II, dan merupakan penanda kelompok Islam teroris yang populer.[2] Anggota dari kelompok organisasi ini dikatakan terdiri dari para pemuda yang bekerja di perusahaan Teheran.[3] Program utama mereka secara garis besar adalah ditegakkannya hukum syariah seperti pelarangan meminum alkohol, merokok, mengkonsumsi ganja, menonton film, berjudi, mengenakan pakaian dari negara asing, pemotongan tangan bagi pelaku pencurian, pengenaan hijab bagi para wanita, dan menghilangkan mata pelajaran di kurikulum di sekolah-sekolah muslim seperti musik.[2][3]

Pembunuhan pertama mereka tertuju pada seorang nasionalis, anti keagamaan dan penulis yang bernama Ahmad Kasrav yang tertembak mati pada tahun 1946.[4] Kasravi merupakan target utama Ayatollah Khomeini dalam bukunya yang berjudul Kashf al Asrar yang artinya Kunci Berbagai Rahasia dengan sepenggal catatan "mereka yang mengkritik Islam adalah mahdur ad-damm, darah mereka halal untuk dibantai.[4]Secularist Iranian author Amir Taheri argues that Khomeini was closely associated with Navab Safavi and his ideas, and that Khomeini's assertion "amounted to a virtual death sentence on Kasravi."[4]

Rujukan

  1. 1 2 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. 1 2 Fundamentalist Islam at Large: The Drive for Power Diarsipkan 2008-07-19 di Wayback Machine by Martin Kramer, Middle East Quarterly, June 1996
  3. 1 2 Abrahamian, Ervand Iran between Two Revolutions, Princeton University Press, 1982, p. 259
  4. 1 2 3 Taheri, The Spirit of Allah, (1985), p. 101
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan