Kamis, 22 Oktober 2026
13:32 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal

Fedaiyan Islam

Bagikan:

Fedaiyan Islam dari segi bahasa berarti orang-orang yang rela berkorban adalah sebuah nama organisasi politik Islam radikal di Iran dan pemimpin organisasi ini adalah Navvab Safavi.[1] Gerakan utama dari organisasi ini adalah menolak pengaruh asing, dan menuntut nasionalisasi perusahaan-perusahaan yang telah diprivatisasi oleh pihak asing.[1]

Kelompok tersebut adalah sebuah kelompok nasionalis yang tumbuh melawan dominasi mobilisasi asing di Timur Tengah pasca Perang Dunia II, dan merupakan penanda kelompok Islam teroris yang populer.[2] Anggota dari kelompok organisasi ini dikatakan terdiri dari para pemuda yang bekerja di perusahaan Teheran.[3] Program utama mereka secara garis besar adalah ditegakkannya hukum syariah seperti pelarangan meminum alkohol, merokok, mengkonsumsi ganja, menonton film, berjudi, mengenakan pakaian dari negara asing, pemotongan tangan bagi pelaku pencurian, pengenaan hijab bagi para wanita, dan menghilangkan mata pelajaran di kurikulum di sekolah-sekolah muslim seperti musik.[2][3]

Pembunuhan pertama mereka tertuju pada seorang nasionalis, anti keagamaan dan penulis yang bernama Ahmad Kasrav yang tertembak mati pada tahun 1946.[4] Kasravi merupakan target utama Ayatollah Khomeini dalam bukunya yang berjudul Kashf al Asrar yang artinya Kunci Berbagai Rahasia dengan sepenggal catatan "mereka yang mengkritik Islam adalah mahdur ad-damm, darah mereka halal untuk dibantai.[4]Secularist Iranian author Amir Taheri argues that Khomeini was closely associated with Navab Safavi and his ideas, and that Khomeini's assertion "amounted to a virtual death sentence on Kasravi."[4]

Rujukan

  1. 1 2 Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.
  2. 1 2 Fundamentalist Islam at Large: The Drive for Power Diarsipkan 2008-07-19 di Wayback Machine by Martin Kramer, Middle East Quarterly, June 1996
  3. 1 2 Abrahamian, Ervand Iran between Two Revolutions, Princeton University Press, 1982, p. 259
  4. 1 2 3 Taheri, The Spirit of Allah, (1985), p. 101
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan