Minggu, 27 September 2026
22:58 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Fargesia nitida

Fargesia nitida

Fargesia nitida
250px-Fargesia_nitida_MUN.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fargesia nitida
Kebun Botani Münster, Jerman
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monocots
Klad: Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Fargesia
Spesies:
F. nitida
Nama binomial
Fargesia nitida
(Mitford ex Stapf) Keng f. ex T. P. Yi (GRIN)[1]

Fargesia nitida, yang umumnya dikenal sebagai bambu air mancur biru (blue fountain bamboo), adalah bambu yang tumbuh merumpun dan berasal dari Sichuan, Tiongkok. Tanaman ini berukuran sedang hingga kecil dan sangat tahan terhadap cuaca dingin, namun tidak toleran terhadap suhu musim panas yang sangat tinggi. Spesies ini berbunga pada tahun 2002–2005, sehingga diperkirakan tidak akan berbunga lagi dalam 120 tahun ke depan.[2]

Pembungaan ini menimbulkan masalah bagi panda raksasa yang terancam punah, yang mengonsumsi bambu secara eksklusif.[3]

Referensi

  1. ↑ "Sorting Fargesia names". Ars-grin.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Oktober 2012. Diakses tanggal 13 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Fargesia nitida". Bamboo Garden.
  3. ↑ Xinhua News Agency (12 November 2007). "Flowering bamboo danger to panda population". Diakses tanggal 22 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik Bambu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan