Jumat, 23 Oktober 2026
18:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Fandroana

Bagikan:

Fandroana, yang disebut Royal Bath oleh para sejarawan Eropa abad ke-19, adalah sebuah perayaan Tahun Baru tahunan dari bangsa Merina yang menduduki dataran tinggi tengah Madagaskar. Asal muasal perayaan tersebut dihadirkan melalui sejarah lisan. Menurut cerita rakyat, seekor zebu liar yang mendiami dataran tinggi mula-mula dijinakkan untuk dijadikan makanan di Imerina pada masa pemerintahan Ralambo. Legenda berbeda mengatributkan penemuan zebu untuk disantap pelayan raja[1] atau Ralambo sendiri.[2] Ralambo dikenal karena membuat upacara tradisional fandroana untuk merayakan penemuan tersebut,[3][4] meskipun orang lainnya menyebut bahwa ia menambahkan praktik tertentu untuk perayaan dari ritual yang telah lama ada.[5]

Referensi

  1. ↑ Bloch, Maurice (1985). "Almost Eating the Ancestors". Man. 20 (4): 631–646. JSTOR 2802754.
  2. ↑ Raison-Jourde, Françoise (1983). Les souverains de Madagascar (dalam bahasa Prancis). Antananarivo: Karthala Editions. hlm. 141–142. ISBN 978-2-86537-059-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal Februari 18, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ de La Vaissière, Camille; Abinal, Antoine (1885). Vingt ans à Madagascar: colonisation, traditions historiques, moeurs et croyances (dalam bahasa Prancis). Paris: V. Lecoffre. hlm. 285–290. Diakses tanggal Februari 19, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ogot, Bethwell A. (1992). Africa from the sixteenth to the eighteenth century. Paris: UNESCO. hlm. 876. ISBN 978-92-3-101711-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal Februari 18, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Madatana. "Colline d'Ambohidrabiby" (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal Maret 24, 2009. Diakses tanggal Oktober 4, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan