Rabu, 23 September 2026
16:17 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Falcataria

Falcataria

genus tumbuh-tumbuhan

Falcataria
250px-Starr_061212-2317_Falcataria_moluccana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Falcataria falcata
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Caesalpinioideae
Klad: Mimosoideae
Genus: Falcataria
(I.C.Nielsen) Barneby & J.W.Grimes (1996)[1]
Spesies[2]
Artikel takson sembarang

Falcataria adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga Fabaceae. Genus tergolong dalam klad Mimosoid monofili[1][3] dalam subfamili Caesalpinioideae.[3] Genus ini hanya mempunyai tiga spesies yang sebelumnya diklasifikasikan di bagian Falcataria dari genus Paraserianthes oleh I.C. Neilsen. Sebaran spesies yang berkerabat dekat ini dalam genus Falcataria menghubungkan daerah tropis basah di timur laut Australia dengan Papua, Kepulauan Maluku, Kepulauan Bismarck, dan Kepulauan Solomon di sebelah timur garis Wallace, mirip dengan taksa tumbuhan lain di wilayah tersebut.[4]

Taksonomi

Falcataria falcata sebelumnya telah diklasifikasikan dalam genus Adenanthera, Albizia, dan Paraserianthes sebelum dipindahkan ke genus Falcataria sebagai spesies yang paling banyak tersebar dari tiga spesies dalam genus tersebut..[4][5] Pohon kayu yang dibudidayakan secara luas ini masih disebut dengan nama umum "albizia" di Hawaii dan di tempat lain.

Dua spesies tambahan dalam genus Paraserianthes (P. pullenii dan P. toona) diidentifikasi menggunakan morfologi untuk membentuk kelompok Falcataria dengan P. falcataria (=Falcataria moluccana) oleh I.C. Neilsen.[6][7] Sebuah studi filogenetik molekuler menggunakan data urutan DNA genom dan DNA kloroplas dari kedua spesies ini menemukan bahwa mereka berkerabat dekat dengan Falcataria moluccana. Ketiga spesies ini membentuk kelompok yang didukung dengan baik yang sangat berbeda dari Paraserianthes lophantha sehingga dipindahkan ke genus Falcataria.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Falcataria (I. C. Nielsen) Barneby & J. W. Grimes". Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 1999-03-05. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-05. Diakses tanggal 2010-02-28.
  2. Falcataria (I.C.Nielsen) Barneby & J.W.Grimes. Plants of the World Online. Retrieved 24 August 2023.
  3. 1 2 The Legume Phylogeny Working Group (LPWG). (2017). "A new subfamily classification of the Leguminosae based on a taxonomically comprehensive phylogeny". Taxon. 66 (1): 44–77. doi:10.12705/661.3.
  4. 1 2 3 4 5 Gillian K. Brown; Daniel J. Murphy; Pauline Y. Ladiges (2011). "Relationships of the Australo-Malesian genus Paraserianthes (Mimosoideae: Leguminosae) identifies the sister group of Acacia sensu stricto and two biogeographical tracks". Cladistics. 27 (4): 380–390. doi:10.1111/j.1096-0031.2011.00349.x. PMID 34875795. S2CID 85416700.
  5. R.C. Barneby; J.W. Grimes (1996). "Silk tree, Guanacaste, Monkey's earring: a generic system for the synandrous Mimoseae of the Americas. Part I. Abarema, Albizia and allies". Memoirs of the New York Botanical Garden. 74: 1–292.
  6. 1 2 3 I.C. Nielsen; P. Guinet; T. Baretta-Kuipers (1983). "Studies in the Malesian, Australian and Pacific Ingeae (Leguminosae – Mimosoideae): the genera Archidendropsis, Wallaceodendron, Paraserianthes, Pararchidendron and Serianthes (part 1)". Bull. Mus. Natl. Hist. Nat. Paris, 4, Ser. 5 Sect. B, Adansonia. 3: 303–329.
  7. 1 2 3 I.C. Nielsen; P. Guinet; T. Baretta-Kuipers (1983). "Studies in the Malesian, Australian and Pacific Ingeae (Leguminosae – Mimosoideae): the genera Archidendropsis, Wallaceodendron, Paraserianthes, Pararchidendron and Serianthes (part 2)". Bull. Mus. Natl. Hist. Nat. Paris, 4, Ser. 5 Sect. B, Adansonia. 4: 335–360.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan