Minggu, 08 November 2026
00:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Falcataria

Falcataria

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Falcataria
250px-Starr_061212-2317_Falcataria_moluccana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Falcataria falcata
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Caesalpinioideae
Klad: Mimosoideae
Genus: Falcataria
(I.C.Nielsen) Barneby & J.W.Grimes (1996)[1]
Spesies[2]
Artikel takson sembarang

Falcataria adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga Fabaceae. Genus tergolong dalam klad Mimosoid monofili[1][3] dalam subfamili Caesalpinioideae.[3] Genus ini hanya mempunyai tiga spesies yang sebelumnya diklasifikasikan di bagian Falcataria dari genus Paraserianthes oleh I.C. Neilsen. Sebaran spesies yang berkerabat dekat ini dalam genus Falcataria menghubungkan daerah tropis basah di timur laut Australia dengan Papua, Kepulauan Maluku, Kepulauan Bismarck, dan Kepulauan Solomon di sebelah timur garis Wallace, mirip dengan taksa tumbuhan lain di wilayah tersebut.[4]

Taksonomi

Falcataria falcata sebelumnya telah diklasifikasikan dalam genus Adenanthera, Albizia, dan Paraserianthes sebelum dipindahkan ke genus Falcataria sebagai spesies yang paling banyak tersebar dari tiga spesies dalam genus tersebut..[4][5] Pohon kayu yang dibudidayakan secara luas ini masih disebut dengan nama umum "albizia" di Hawaii dan di tempat lain.

Dua spesies tambahan dalam genus Paraserianthes (P. pullenii dan P. toona) diidentifikasi menggunakan morfologi untuk membentuk kelompok Falcataria dengan P. falcataria (=Falcataria moluccana) oleh I.C. Neilsen.[6][7] Sebuah studi filogenetik molekuler menggunakan data urutan DNA genom dan DNA kloroplas dari kedua spesies ini menemukan bahwa mereka berkerabat dekat dengan Falcataria moluccana. Ketiga spesies ini membentuk kelompok yang didukung dengan baik yang sangat berbeda dari Paraserianthes lophantha sehingga dipindahkan ke genus Falcataria.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Falcataria (I. C. Nielsen) Barneby & J. W. Grimes". Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 1999-03-05. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-05. Diakses tanggal 2010-02-28.
  2. ↑ Falcataria (I.C.Nielsen) Barneby & J.W.Grimes. Plants of the World Online. Retrieved 24 August 2023.
  3. 1 2 The Legume Phylogeny Working Group (LPWG). (2017). "A new subfamily classification of the Leguminosae based on a taxonomically comprehensive phylogeny". Taxon. 66 (1): 44–77. doi:10.12705/661.3.
  4. 1 2 3 4 5 Gillian K. Brown; Daniel J. Murphy; Pauline Y. Ladiges (2011). "Relationships of the Australo-Malesian genus Paraserianthes (Mimosoideae: Leguminosae) identifies the sister group of Acacia sensu stricto and two biogeographical tracks". Cladistics. 27 (4): 380–390. doi:10.1111/j.1096-0031.2011.00349.x. PMID 34875795. S2CID 85416700.
  5. ↑ R.C. Barneby; J.W. Grimes (1996). "Silk tree, Guanacaste, Monkey's earring: a generic system for the synandrous Mimoseae of the Americas. Part I. Abarema, Albizia and allies". Memoirs of the New York Botanical Garden. 74: 1–292.
  6. 1 2 3 I.C. Nielsen; P. Guinet; T. Baretta-Kuipers (1983). "Studies in the Malesian, Australian and Pacific Ingeae (Leguminosae – Mimosoideae): the genera Archidendropsis, Wallaceodendron, Paraserianthes, Pararchidendron and Serianthes (part 1)". Bull. Mus. Natl. Hist. Nat. Paris, 4, Ser. 5 Sect. B, Adansonia. 3: 303–329.
  7. 1 2 3 I.C. Nielsen; P. Guinet; T. Baretta-Kuipers (1983). "Studies in the Malesian, Australian and Pacific Ingeae (Leguminosae – Mimosoideae): the genera Archidendropsis, Wallaceodendron, Paraserianthes, Pararchidendron and Serianthes (part 2)". Bull. Mus. Natl. Hist. Nat. Paris, 4, Ser. 5 Sect. B, Adansonia. 4: 335–360.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan