Selasa, 27 Oktober 2026
04:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Facial (seks)

Facial (seks)

aktivitas seksual di mana seorang pria mengejakulasikan air mani ke muka dari satu atau lebih pasangan seksual

Bagikan:
60px-Heterosexual_symbol_%28bold%2C_red_blue%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mungkin berisi materi seksual yang eksplisit. Wikipedia tidak bertanggung jawab atas konten yang mungkin tidak sesuai bagi sebagian pembaca. Lihat penyangkalan isi.
250px-Wiki-facial.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Depiction of a facial cumshot, in which a man ejaculates semen onto a woman's face.

Facial adalah istilah untuk aktivitas seksual di mana seorang pria berejakulasi semen ke wajah pasangan seksualnya.[1] Facial adalah bentuk seks non-penetratif, meskipun umumnya diawali dengan dilakukan setelah beberapa cara lain rangsangan seksual, seperti seks anal, fellatio, masturbasi, atau seks oral. Dalam pornografi, facial umum digambarkan dalam film porno, sering kali sebagai penutup adegan.[2]

Facial biasanya didahului dengan kegiatan yang mengakibatkan gairah seksual dan rangsangan dari pasangan. Setelah tingkat prasyarat rangsangan seksual telah dicapai, dan ejakulasi menjadi dekat, laki-laki akan memosisikan penisnya sehingga semen akan memancar ke wajah pasangannya.

Volume air mani yang terejakulasi bergantung pada beberapa faktor, termasuk kesehatan laki-laki, usia, tingkat gairah seksual, dan waktu sejak ejakulasi terakhirnya.[3] Jumlah normal ejakulat berkisar pada 1,5-5,0 mililiter (1 sendok teh). Beberapa detik setelah dikeluarkan, air mani mengental, sebelum mengencer 15-30 menit kemudian.[4]

Sakit mata

Sperma yang masuk ke mata dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, perih, dan terbakar karena mengandung komponen yang mengiritasi jaringan mata. Reaksinya dapat berupa mata berair, sensitif terhadap cahaya, kemerahan, dan penglihatan kabur. Mata dapat dibilas dengan air bersih; air mata juga membantu mengeluarkan sperma, dan rasa tidak nyaman dapat mereda.[5]

Risiko Infeksi

250px-Chlamydial-conjunctivitis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mata terinfeksi konjungtivitis klamidia.

Setiap aktivitas seksual yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh orang lain berisiko menularkan penyakit menular seksual. Air mani umumnya tidak berbahaya jika terkena kulit atau tertelan. Namun, jika terkena lapisan mata, dapat menularkan berbagai penyakit menular seksual.[6]

Jika seorang pria memiliki Chlamydia trachomatis dalam air maninya, penerimanya dapat mengalami konjungtivitis klamidia.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Westheimer, Ruth K.; Lehu, Pierre A. (2006). Sex for Dummies. Wiley. hlm. 194. ISBN 978-0-470-04523-7.
  2. ↑ Violet Blue, (Sep 2001) A First Timer’s Guide to Watching Porn Diarsipkan 2020-08-14 di Wayback Machine, "Facial ejaculation (men ejaculating on women’s faces) is pretty much a standard."
  3. ↑ "Swimming Toward Conception: The Semen Analysis". Focus on Fertility, American Infertility Association and Organon Pharmaceuticals USA Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-01-12. Diakses tanggal 2013-06-27.
  4. ↑ DOI:10.1007/s12110-006-1008-9
    Rujukan ini akan diselesaikan secara otomatis dalam beberapa menit. Anda dapat melewati antrian atau membuat secara manual
  5. ↑ Kasandra Brabaw: "Jadi, ada sperma di mata Anda. Berikut yang harus dilakukan." 1 Maret 2019.
  6. ↑ "Cal/OSHA Health Hazards in the Adult Film Industry". State of California. Diakses tanggal 25 Juli 2008.
  7. ↑ Rackstraw, S.; Viswalingam, N. D.; Goh, B. T.: Can chlamydial conjunctivitis result from direct ejaculation into the eye?. Dalam: International Journal of STD AIDS. 17 September 2006, hlm. 639–641.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan