Kamis, 29 Oktober 2026
05:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Festival Film Indonesia 1984

penghargaan ke-15 Festival Film Indonesia

Bagikan:
Festival Film Indonesia ke-15
Tanggal4—8 Agustus 1984[1]
TempatPelataran Taman Budaya, Yogyakarta[2]
Sorotan
Film TerbaikTidak ada
Penyutradaraan TerbaikSjumandjaja
Budak Nafsu
Aktor TerbaikEl Manik
Budak Nafsu
Aktris TerbaikMeriam Bellina
Cinta di Balik Noda
Liputan televisi
JaringanTVRI

Festival Film Indonesia 1984 adalah Festival Film Indonesia yang ke—XV dan diadakan pada 9 Agustus 1984 di Pelataran Taman Budaya, Yogyakarta.[1] Acara ini diundur dari bulan Mei ke Agustus karena bertabrakan dengan Hari Raya Idul Fitri 1404 Hijriah.

Untuk kedua kalinya dalam sejarah Festival Film Indonesia sejak terakhir tahun 1977, dewan juri tidak memilih pemenang kategori Film Terbaik.[3] Selain Film Terbaik, dewan juri tahun ini juga memutuskan tidak memilih pemenang kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Kontroversi

Pada penyelenggaraan Festival Film Indonesia 1984 di Yogyakarta, untuk kedua kalinya juri memutuskan tidak menetapkan film terbaik tahun itu.[4] Kejadian itu diperparah lantaran saat malam penganugerahan, kategori Film Terbaik yang saat itu dibacakan oleh Menteri Penerangan Harmoko ini kenyataannya hanya membawa amplop kosong tanpa adanya nama pemenang Film Terbaik, meski dewan juri saat itu bersikukuh telah memilih pemenang kategori tersebut.[5]

Dalam pertimbangannya, dewan juri memutuskan tidak menetapkan Film Terbaik karena favorit pemenang saat itu, Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C Noer oleh juri diangap bukan film cerita, tetapi lebih merupakan doku-drama. Hal ini menjadi kontroversi di kalangan film sebab saat pengumuman nominasi, dewan juri telah menetapkan beberapa judul film sebagai calon terbaik, sehingga seharusnya ada satu yang terbaik dari yang diunggulkan tersebut.[5]

Akibat hal tersebut, kemudian diterbitkanlah ketentuan yang menwajibkan juri memilih satu pemenang terbaik jika menetapkan unggulan. Jika menurut dewan juri tidak ada film dan unsur yang memenuhi syarat itu, maka juri tidak boleh mengunggulkan atau menominasikan film atau unsur tertentu.[5]

Daftar pemenang dan nominasi

Pemenang dituliskan dengan huruf tebal di urutan pertama. Nominasi diurutkan berdasarkan abjad.

  • TIDAK DIBERIKAN DAN TIDAK ADA NOMINASI

Film multi-nominasi penghargaan

Nominasi Film Menang
11 Ponirah Terpidana 3
9 Budak Nafsu 4
8 Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI 1
7 Yang, Terlarang Tersayang
6 Sunan Kalijaga
3 Lebak Membara
2 Cinta di Balik Noda 1
Jaka Sembung dan Bajing Ireng

Referensi

  1. 1 2 "Menerima Piala Citra FFI 84". Tempo.co. 18 Agustus 1984. Diakses tanggal 12 Desember 2024.
  2. ↑ "Mendapat Piala Citra FFI 84". Tempo.co. 18 Agustus 1984. Diakses tanggal 12 Desember 2024.
  3. ↑ Indrarto, Totot (31 Januari 2013). "Risalah 2012: Ganti Sistem Penjurian dan Rezim Juri FFI". filmindonesia.or.id. Konfiden Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-04-03. Diakses tanggal 12 Desember 2024.
  4. ↑ Kompas (9 Agustus 1984). "Hasil FFI 84: Untuk Kedua Kalinya Tidak Ada Film Terbaik * Meriem Bellina dan El Manik Aktor-Aktris Terbaik". hlm. 1.
  5. 1 2 3 Bintang, Ilham (23 November 2010). "Kisruh FFI dari Masa ke Masa". Antara. Diakses tanggal 7 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan