Rabu, 23 September 2026
22:03 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

FARC

Organisasi Terorisme di Kolombia

Pasukan Revolusioner Bersenjata Kolombia - Tentara Rakyat
Fuerzas Armadas Revolucionarias Colombia – Ejército del Pueblo
Markas
Ideologi
Posisi politikKiri jauh
PeperanganPerang sipil Kolombia

Pasukan Revolusioner Kolombia - Tentara Rakyat (bahasa Spanyol:Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia Ejército del Pueblo, FARC–EP dan FARC) adalah gerakan gerilya[2] yang merupakan kelanjutan dari konflik bersenjata Kolombia sejak tahun 1964. Konflik ini diketahui sebagai tempat pengaplikasian beberapa taktik militer, ditambah taktik nonkonvensional seperti terorisme.[3][4][4][5][6] FARC terbentuk pada saat Perang Dingin dimana paham Marxisme-Leninisme tumbuh subur dikarenakan mempromosikan agrarisme dan anti imperialisme di dalam manifesto politik. Operasi FARC didanai oleh aktivitas ilegal seperti penculikan, pertambangan ilegal,[7] pungutan liar, dan aktivitas penyalahgunaan narkoba.[8][9] Perserikatan Bangsa Bangsa memperkirakan 12% pembunuhan warga selama konflik Kolombia dilakukan oleh gerilyawan FARC, sisanya dilakukan oleh pasukan pemerintah dan paramiliter.[10]

Referensi

  1. "Interview with FARC Commander Simón Trinidad". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 2016-09-19.
  2. "Profiles: Colombia's armed groups". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2013-08-29. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-01-24. Diakses tanggal 2016-09-19.
  3. Livingstone, Grace (2003-01-01). Inside Colombia: Drugs, Democracy and War (dalam bahasa Inggris). Rutgers University Press. ISBN 9780813534435. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal 2016-09-19.
  4. 1 2 Radu, Michael (2002-01-01). "Terrorism After the Cold War: Trends and Challenges". Orbis. 46 (2): 275–287. doi:10.1016/S0030-4387(02)00108-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-11-05. Diakses tanggal 2016-09-19.
  5. "Book sources". Wikipedia, the free encyclopedia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-10-01. Diakses tanggal 2016-09-19.
  6. "Book sources". Wikipedia, the free encyclopedia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-14. Diakses tanggal 2016-09-19.
  7. "Colombia army raids illegal mines funding FARC rebels". Reuters. 2015-05-11. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-08. Diakses tanggal 2016-09-19.
  8. McDermott, Jeremy (2012-06-17). "Gold overtakes drugs as source of Colombia rebel funds". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-13. Diakses tanggal 2016-09-19.
  9. "Guerrilla miners". The Economist. ISSN 0013-0613. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-02-18. Diakses tanggal 2016-09-19.
  10. "COLOMBIA: International Criminal Court Scrutinises Paramilitary Crimes | Inter Press Service". www.ipsnews.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 2016-09-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan