Jumat, 06 November 2026
21:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Explorer 49

Explorer 49

Bagikan:
330px-RAE_B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Explorer 49 (juga disebut RAE-B) adalah sebuah wahana antariksa yang diluncurkan sebagai satelit pada 10 Juni 1973 untuk penelitian astronomi mengenai gelombang radio dengan spektrum elektromagnetik yang panjang. Berat Explorer 49 adalah 328 kilogram. Explorer 49 memiliki empat elemen antena berbentuk X dengan panjang 230 meter. Ukuran antenanya membuat Explorer 49 menjadi salah satu wahana antariksa terbesar yang pernah dibuat.

Misi

Explorer 49 diluncurkan untuk memenuhi misi kedua dalam menyediakan radio pengukuran astronomi terhadap planet-planet, Matahari, dan galaksi dari orbit Bulan selama rentang frekuensi 25 kHz menjadi 13,1 MHz. Misi ini berpasangan dengan satelit sejenis bernama Radio Astronomi Explorer (RAE), Misi yang pertama dilaksanakan oleh RAE-A atau Explorer 38.[butuh rujukan]

Desain Explorer 49 menggunakan penyeimbang gradien gravitasi. Medan gravitasi Bulan yang kental dibuat untuk beberapa masalah yang menarik bagi para misi ilmuwan.[butuh rujukan]

Peluncuran

Explorer 49 diluncurkan setelah berakhirnya program Apollo. Peluncuran Explorer 49 tidak memeriksa Bulan secara langsung hingga akhir misinya. Explorer 49 mengakhiri misinya setelah wahana antariksa bernama Clementine diluncurkan pada tahun 1994.[butuh rujukan]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik luar angkasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan