Kamis, 01 Oktober 2026
06:48 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Exit poll

Survei yang dilakukan segera setelah pemilih meninggalkan tempat pemungutan suara

Bagikan:

Exit poll merupakan survei yang dilakukan segera setelah pemilih meninggalkan tempat pemungutan suara (TPS),[1] mewawancarai sampel pemilih yang dipilih di TPS tertentu.[2] Perbedaan dengan hitung cepat (quick count) adalah exit poll menanyakan langsung pemilih terhadap siapa calon yang ia pilih pada tempat pemungutan suara (TPS) tertentu, sedangkan hitung cepat mencatat hasil akhir dari TPS baik yang terpilih maupun tidak dan merupakan gambaran dari hasil pemilihan umum setempat. Hasil exit poll sendiri selalu keluar sebelum hasil resmi keluar.[3] Karena itu, batas galat antara exit poll dengan hasil resmi selalu tidak jauh berbeda.[3][4]

Definisi

250px-Exit_poll_Tokyo_2014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh exit poll yang dilakukan terhadap pemilih begitu selesai memilih di tempat pemungutan suara. Ini adalah salah satu exit poll pada pemilihan umum di Jepang

Exit poll sendiri merupakan salah satu metode yang digunakan media untuk memprediksi siapakah yang akan memenangkan pemilihan umum. Meskipun demikian, tidak semua negara menggunakan exit poll sebagai salah satu cara untuk memprediksi pemenang pemilihan umum. Salah satu negara yang menggunakan exit poll adalah Britania Raya terutama dalam pemilihan umum parlemen.[1] Hal ini disebabkan exit poll dianggap lebih stabil untuk memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang. Selain itu, exit poll dianggap mewakili hasil akhir dari pikiran para pemilih setelah keluar dari tempat pemungutan suara (TPS) dan memiliki selisih (margin of error) yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan jajak pendapat karena kemungkinan adanya fluktuasi hasil pada masa kampanye dan masa pemilihan umum.[5]

Exit poll di Britania Raya

Salah satu negara yang rutin menggunakan exit poll dalam memprediksi pemenang pemilihan umum adalah Britania Raya.[5] Hal ini sudah dimulai sejak Pemilihan umum Oktober 1974 oleh BBC dan ITN (ITV).[4] Meskipun demikian BBC pernah tidak menggunakan exit poll hingga pemilihan umum tahun 1992.[4] Metode exit poll yang digunakan kedua lembaga tersebut sangat berbeda sebelum menjalin kerjasama pada 2005 (Skynews kemudian menyusul pada 2010).[6] Selain itu, metodologi di dalam menentukan kursi melalui exit poll sangat berbeda sebelum pemilihan umum 1997 (yang memenangkan Tony Blair atas John Major).[4]

Pada pemilihan umum sebelum 1997, exit poll dilakukan sebanyak dua kali: satu untuk kursi parlemen, di mana pemilih ditanyakan siapakah yang mereka pilih setelah keluar dari tempat pemungutan suara (bersifat semi-hitung cepat) dan satunya lagi adalah exit poll analis, yang menanyakan pemilih serangkaian pertanyaan untuk menentukan bagaimana Britania Raya memilih. Kedua jenis metode tersebut berdasarkan pilihan kecil dari tempat pemungutan suara di seluruh Britania Raya (tanpa sampel untuk Irlandia Utara karena seluruh partai di sana adalah partai lokal) tetapi sampel yang sudah ada sangat terlihat berbeda.[4]

Referensi

  1. 1 2 Simon-Lewis, Alexandra. "What is an exit poll? The UK general election polling process explained". Diakses tanggal 2017-12-12.
  2. ↑ "exit poll Meaning in the Cambridge English Dictionary". dictionary.cambridge.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-12.
  3. 1 2 "What is an exit poll, how accurate are they and what time will the General Election 2017 poll be released?". The Sun (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2017-06-08. Diakses tanggal 2017-12-13.
  4. 1 2 3 4 5 "All you ever wanted to know about British election exit polls". The Independent (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2017-06-08. Diakses tanggal 2017-12-13.
  5. 1 2 Kirk, Ashley (2017-06-08). "General Election exit poll: How accurate are exit polls usually?". The Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2017-12-12.
  6. ↑ "Exit polling explained". warwick.ac.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2017-12-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan