

Sebuah perintah eksekutif (semacam Keppres) berjudul "Melindungi Bangsa dari Penyusupan Teroris Asing ke Amerika Serikat" (bahasa Inggris:Protecting the Nation from Foreign Terrorist Entry into the United States) ditandatangani oleh Presiden A.S. Donald Trump pada tanggal 27 Januari 2017 yang diumumkan dalam Federal Register sebagai Perintah Eksekutif 13769[1] yang merupakan bagian dari janji kampanye untuk membatasi imigran dari negara-negara tertentu. Perintah ini menghentikan U.S. Refugee Admissions Program (USRAP) selama 120 hari. Setelah itu, program ini akan dilanjutkan untuk negara-negara tertentu secara bersyarat. Perintah ini juga menghentikan masuknya warga negara dari Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yemen selama 90 hari apapun jenis visanya. Setelah itu, daftar negara yang dilarang akan ditentukan lagi. Perintah ini juga menghentikan masuknya warga Suriah sampai jangka waktu yang belum ditentukan apapun jenis visanya.[2][3][4] Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) kemudian mengeluarkan kebijakan yang mengecualikan pemegang Kartu Hijau dan pengecualian tertentu per kasus.[5]
Presiden Trump menandatangani perintah ini pada tanggal 27 Januari 2017. Per 29 Januari, sekitar 375 pelancong terkena dampaknya.[6] Perintah ini menuai kecaman internasional. Unjuk rasa terjadi di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy New York dan bandara lainnya di Amerika Serikat. American Civil Liberties Union (ACLU) mengajukan tuntutan hukum Darweesh v. Trump untuk menghentikan pelaksanaan perintah ini.
Sebuah pengadilan federal di Brooklyn untuk sementara menghentikan pelaksanaan sebagian perintah ini pada 28 Januari, tetapi pengadilan tersebut tidak membuka jalan bagi pelancong yang terdampak dan tidak kesesuaian perintah eksekutif ini dengan konstitusi negara.[7][8][9] Tanggal 29 Januari, pengadilan federal di Boston untuk sementara melarang penahanan pelancong terdampak "yang boleh masuk Amerika Serikat secara sah apabila Perintah Eksekutif ini tidak ada."[10] Putusan pengadilan ini memungkinkan imigran sah dari tujuh negara tersebut masuk ke Amerika Serikat lewat Bandar Udara Internasional Logan.[11]
Setelah putusan tersebut dikeluarkan, Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan akan terus memberlakukan keseluruhan perintah eksekutif ini dan "perjalanan yang dilarang akan tetap dilarang".[12] Para pengacara yang mewakili pelancong terdampak mengatakan bahwa beberapa pihak berwenang menolak mematuhi putusan pengadilan.[13] Pada hari yang sama, selain mengumumkan penyusutan cakupan perintah ini, Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus mengatakan bahwa perintah ini tidak berlaku bagi pemukim permanen sah Amerika Serikat (pemegang "kartu hijau")[5] dan perintah ini selanjutnya memberi pengecualian per kasus. Namun demikian, sejak perintah ini berlaku, banyak pelancong yang ditahan selama berjam-jam tanpa akses komunikasi dengan keluarga, kerabat, atau bantaun hukum.[14][15][16][17]
Lihat pula
- Daftar perintah eksekutif federal Amerika Serikat 13765 dan selanjutnya
- United States Citizenship and Immigration Services
- Kebijakan visa Amerika Serikat
Catatan kaki
Referensi
- ↑ "Public Inspection: Presidential Document: Defense and National Security: Foreign Terrorists; Measures to Prevent U.S. Entry (EO 13769)". Federal Register. Januari 31, 2017. FR Doc. 2017 - 02281. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Januari 31, 2017. Diakses tanggal Januari 31, 2017. This document is unpublished. It is scheduled to be published on 02/01/2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Trump's refugee and travel suspension: Key points". BBC News. Januari 28, 2017. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Nicholas, Peter; Nicholas, Peter (Januari 28, 2017). "White House Defends Executive Order Barring Travelers From Certain Muslim Countries". The Wall Street Journal. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Shear, Michael D.; Cooper, Helene (Januari 27, 2017). "Trump Bars Refugees and Citizens of 7 Muslim Countries". The New York Times. Diakses tanggal Januari 28, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Shear, Michael (Januari 29, 2017). "White House Official, in Reversal, Says Green Card Holders Won't Be Barred". New York Times. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jacobo, Julia (Januari 29, 2017). "Trump's Immigration Order Sparks Protests at Airports Nationwide". ABC News. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Shear, Michael D.; Feuer, Alan (Januari 28, 2017). "Judge Blocks Part of Trump's Immigration Order". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Farias, Cristian (Januari 28, 2017). "Court Temporarily Blocks Parts Of Trump's Syrian Refugee And Travel Ban". The Huffington Post.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Digangi, Diana. "ACLU: Emergency stay has been granted to halt immigration ban". DCW50.com. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Federal Judge Orders Nationwide Halt To Deportations Under Trump Order". BuzzFeed (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sacchetti, Maria (Januari 29, 2017). "Judges put temporary stop to Trump immigration order". Boston Globe. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Department of Homeland Security Response To Recent Litigation". United States Department of Homeland Security.
- ↑ "U.S. judges limit Trump immigration order; some officials resist curbs". Januari 29, 2017. Diakses tanggal Januari 29, 2017 – via Reuters.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Torbati, Yeganeh; Mason, Jeff; Rosenberg, Mica (Januari 29, 2017). "Chaos, anger as Trump order halts some Muslim immigrants". Reuters. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ McDonnell, Mary; Tracy, Thomas; McShane, Larry (Januari 28, 2017). "Iraqi man, Hameed Darweesh, free after detainment at JFK Airport". New York Daily News. Diakses tanggal Januari 28, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hayden, Michael Edison (Januari 28, 2017). "At Least 27 People Detained or Sent Home Following Trump's Executive Order". ABC News. Diakses tanggal Januari 28, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jamieson, Amber; Taylor, Matthew (Januari 29, 2017). "Protests spread over Trump travel ban on Muslim majority countries – live". The Guardian. Diakses tanggal Januari 29, 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)