Rabu, 28 Oktober 2026
17:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Evert Willem Pfeiffer

Evert Willem Pfeiffer

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2016)
250px-Pfeiffer%2C_EW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Evert Willem Pfeiffer

Evert Willem Pfeiffer (17 April 1836 – 1 Agustus 1870) adalah kapiten Belanda. Ia adalah adik Karel Lodewijk Pfeiffer, seorang komandan KNIL.

Karier

Pfeiffer masuk Koninklijke Militaire Academie dan kemudian berpangkat letnan dua. Dengan pangkat letnan satu, ia memimpin serdadu Belanda dalam Perang Banjar pada tahun 1859.

Selama ekspedisi tersebut, Pfeiffer ikut serta dalam perahu yang dikemudikan secara pribadi oleh Gustave Verspijck ke markas pejuang Banjar; dalam armada kecil, bergabung jua kapiten infanteri Ullmann dan Graas, LetTu. Prinsen dan Van Dam van Isselt, LetDa. Johannes Jacobus Wilhelmus Eliza Verstege, ajudan perwira bawahan, perwira dalam tugas, Middendorp dengan 165 perwira bawahan dan prajurit dari Batalyon Infanteri IX. Kemudian, turut juga letnan satu dan komandan artileri George Frederik Willem Borel yang membawa 3 penumbuk dan 1 mortir manual, letnan satu teknisi Caspersz dengan 6 teknisi militer dan juga 70 orang yang dirantai dengan makanan untuk 20 hari. Pasukan mendekati benteng yang dibangun Tumenggung Jalil dan diserang pejuang-pejuang Banjar.

Untuk andil dalam Perang Banjar, Pfeiffer dianugerahi gelar ksatria dalam Militaire Willems-Orde kelas IV menurut Dekret Kerajaan 18 Februari 1861 no. 82. Ia kemudian mencapai pangkat kapiten.

Rujukan


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan