Sabtu, 31 Oktober 2026
23:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Eusabius Binsasi

Eusabius Binsasi

Bagikan:

Eusabius Binsasi (lahir 14 Juli 1959) adalah seorang politikus asal Indonesia. Lahir di Kuatnana, Desa Oesena, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ia sempat menjabat sebagai Dirjen Bimas Katolik di Kementerian Agama RI hingga pensiun dan sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati kabupaten Timor Tengah Utara. Ia menikah dengan Susana Suryani Sarumaha dan memiliki 6 orang anak.

250px-Eusabius_Binsasi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kehidupan awal dan pendidikan

Ia lahir dari seorang guru bernama Agustinus Binsasi. Eusabius mulai menempuh pendidikan di SD Katolik 1 Kuatnana pada tahun 1966 hingga 1972. Setelah tamat, ia melanjutkan pendidikan di SMP St. Xaverius Putra Kefamenanu. Tiga tahun menempuh pendidikan di SMP, Eusabius muda bertekad untuk menjadi biarawan. Tekad yang kuat, mendorong Eusabius untuk melanjutkan pendidikan SLTA di Seminari Lalian pada tahun 1976 dan tamat tahun 1980.

Tamat dari Lalian, Ia melanjutkan pendidikan ke Seminari Tinggi Ritapiret pada tahun 1980 dan tahun 1985, Eusabius menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) dengan mengajar di Seminari Lalian.

Karier

Setelah memutuskan untuk berhenti menjadi seorang biarawan pada tahun 1986, Eusabius langsung diminta untuk menjadi guru di PGA Kefamenanu (PGA merupakan sekolah untuk pendidikan guru Agama yang kini namanya berubah menjadi SMAK Warta Bakti Kefamenanu). Sambil mengajar di PGA, Tahun 1990 dirinya dan beberapa rekan berinisiatif untuk membuka Diploma II Vilial IPI Malang di Kefamenanu yang merupakan cikal bakal berdirinya STIPAS Keuskupan Atambua. Setelah 6 tahun mengajar di PGA dengan status guru yayasan, tahun 1992 Eusabius akhirnya diangkat menjadi pegawai negeri sipil di Kantor kementerian Agama Kabupaten TTU.

Setelah menjabat sebagai Kepala Tata Usaha di Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU sejak tahun 1994, pada tahun 2003 Eusabius dimutasi ke Kupang dengan menjabat sebagai Seksi Kelembagaan Agama Katolik. Namun jabatan sebagai kepala seksi tersebut hanya diembannya selama 6 (enam) bulan.

Eusabius kemudian diangkat menjadi Kepala Bidang Bimas Katolik pada kantor kementerian agama propinsi NTT. Pada tahun 2008, Eusabius akhirnya diangkat menjadi Kepala Kantor Agama Kabupaten Sikka. Jabatan tersebut diembannya hingga tahun 2011. Pada 2012, Eusabius diangkat lagi menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum sampai dua tahun menjabat, Eusabius lalu diangkat menjadi Dirjen Bimas Katolik pada Kementerian Agama RI pada 11 April 2014. Jabatan Dirjen diembannya hingga memasuki masa purna tugas pada tanggal 01 Juli 2019.[1]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan