Kamis, 01 Oktober 2026
07:46 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Euhemerisme

Bagikan:

Euhemerisme adalah suatu langkah untuk menafsirkan mitos, yang diduga berasal dari kejadian atau tokoh sejarah yang pernah ada atau terjadi. Dalam euhemerisme dianggap bahwa suatu catatan sejarah menjadi suatu mitos karena diceritakan berulang-ulang secara berlebihan, menumpuk kisah-kisah sisipan dan perubahan-perubahan yang mencerminkan mores tertentu. Istilah ini berasal dari nama seorang mitografer Yunani Kuno, Euhemerus, yang hidup pada akhir abad ke-4 Sebelum Masehi. Dalam buku modern tentang mitos, misalnya Bulfinch's Mythology, euhemerisme dimaknai sebagai "teori sejarah" dari suatu mitologi.[1]

Euhemerus bukanlah orang pertama yang mencoba memaklumi mitologi sebagai sejarah: pandangan euhemeristik juga ditemukan pada catatan-catatan karya Sanchuniathon, Xenophanes, Herodotus, Hecataeus dari Abdera, dan Ephorus.[2][3] Namun pengaruh dari pemikiran Euhemerus yang kuat terhadap sastrawan-sastrawan pada masa setelahnya, seperti Ennius (ca 239 SM) dan sastrawan modern Antoine Banier (1673 M) menakzimkannya sebagai pendiri aliran pemikiran tersebut secara tradisional.[4]

Referensi

  1. ↑ Bulfinch, Thomas. Bulfinch's Mythology. Whitefish: Kessinger, 2004, p. 194.
  2. ↑ S. Spyridakis: "Zeus Is Dead: Euhemerus and Crete" The Classical Journal 63.8 (May 1968, pp. 337–340) p.338.
  3. ↑ Herodotus presented rationalized accounts of the myth of Io (Histories I.1ff) and events of the Trojan War (Histories 2.118ff).
  4. ↑ An introduction to mythology, Lewis Spence, 1921, p. 42.
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan