Senin, 02 November 2026
10:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Esther Schapira

Esther Schapira

Bagikan:
Esther Schapira
250px-Roemerberggespraeche-05-2024-esther-schapira-10615.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir23 Januari 1961 (umur 65)
Frankfurt, Jerman
PekerjaanJurnalis, pembuat film

Esther Schapira (lahir 23 Januari 1961) adalah seorang jurnalis dan pembuat film Jerman, sekarang penyunting politik dan masyarakat di jaringan televisi publik Jerman, Hessischer Rundfunk.[1]

Schapira adalah salah satu pengarang The Act of Alois Brunner, dan produser dua dokumenter pemenang penghargaan, Drei Kugeln und ein totes Kind ("Tiga peluru dan kematian bocah") (2002), tentang kematian Muhammad al-Durrah di Gaza pada 2000, dan Der Tag, als Theo van Gogh ermordet wurde ("Hari Theo van Gogh dibunuh") (2007), tentang pembunuhan pembuat film Belanda, Theo van Gogh, pada 2004. Der Tag, als Theo van Gogh ermordet wurde membuat ia dan produsernya, Kamil Taylan, memenangkan penghargaan Prix Europa.[2][3] Pada 2009, ia memproduksi dokumenter kedua tentang kematian al-Durrah, Das Kind, Der Tod, und Die Wahrheit ("Bocah, Kematian, dan Kebenaran").[4]

Catatan

  1. ↑ Spiegel 13 November 2007
  2. ↑ "Der Tag, als Theo van Gogh ermordet wurde" Diarsipkan 2009-06-23 di Wayback Machine, Hessischer Rundfunk, June 11, 2007, accessed October 21, 2009.
  3. ↑ Schad, Isabel. "Wir sind zu naiv!" [pranala nonaktif permanen], hr-Fernsehen, November 8, 2007.
  4. ↑ Das Kind, Der Tod, and die Wahrheit; ARD deckt Fälschung im Fall Mohammed Al-Durah auf Diarsipkan 2018-06-12 di Wayback Machine, Hessischer Rundfunk, March 3, 2009.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan