Selasa, 20 Oktober 2026
23:08 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Estetika India

Bagikan:

Estetika India adalah suatu cara pandang falsafi dan spiritual yang unik terhadap karya seni dalam kebudayaan India. Dalam estetika India, konsep rasa (Sanskerta: रस) merujuk pada keadaan jiwa yang hakiki dan merupakan tema dominan dalam karya seni atau juga dapat merujuk pada perasaan besar yang timbul ketika memandang, membaca, atau mendengar karya semacam itu.[1]

Rasa dalam seni pertunjukan

250px-Durga-mudra.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raudram rasa Dewi Durga dalam Bharatanatyam
Artikel utama: Rasa (estetika)

Teori rasa membentuk dasar estetika dari semua tarian dan teater klasik India, seperti Bharatanatyam, Kathak, Kuchipudi, Odissi, Manipuri, Kudiyattam, Kathakali dan lainnya. Mengekspresikan rasa dalam tarian India klasik disebut sebagai Rasa-abhinaya. Nātyasāstra dengan hati-hati menggambarkan bhava yang digunakan untuk menciptakan setiap rasa.

Ekspresi yang digunakan dalam Kudiyattam atau Kathakali merupakan ekspresi teatrikal yang dilebih-lebihkan. Kebalikan dari penafsiran ini adalah mazhab Balasaraswathi yang memiliki abhinaya yang halus dan bersahaja dari devadasis. Ada debat publik yang serius ketika Balasaraswathi mengutuk penafsiran Rukmini Devi yang puritan dan penerapan Sringara rasa-nya. Abhinaya dari gaya Melattur tetap sangat kaya akan variasi emosi, sementara ekspresi gaya Pandanallur lebih terbatas cakupannya.

Catatan kaki

  1. ↑ "Indian aesthetics". OpenArt (dalam bahasa American English). 2016-09-22. Diakses tanggal 2020-05-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan