Minggu, 27 September 2026
04:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Estakhr

kota kuno di Provinsi Fars, Irak

Estakhr
Negara40px-Flag_of_Iran.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Iran
ProvinsiProvinsi Fars

Estakhr (Persia Pertengahan: Stakhr, bahasa Persia:استخر Istakhar) adalah sebuah kota kuno yang berada di Provinsi Fars, Iran selatan, sekitar lima kilometer di sebelah utara Persepolis. Ia merupakan kota yang maju pada masa kekuasaan wangsa Persia Akhemenia.

Sejarah

Estakhr muncul dalam sejarah pertama kalinya sebagai sebuah kota Akhemenia, yang kini berada dalam wilayah Provinsi Fars di Iran. Ia menjadi berkembang tidak hanya karena kedekatannya dengan Persepolis, tetapi juga karena merupakan ujung barat dari suatu jalur kafilah dagang kuno, yang berawal dari Lembah Indus dan melalui Kandahar serta Sistan hingga tiba di Persia.[1]

Kota ini pernah menjadi ibu kota sementara wangsa Persia Sasania selama pemerintahan Ardashir I (224-242), sebelum kemudian dipindahkan ke Ctesiphon. Selama periode Sasania (224-651), harta karun kerajaan yang dikenal dengan nama ganj ī šāhīgān, disebutkan [butuh rujukan] berada di Estakhr. Antara tahun 915-916, sejarawan Al-Mas'udi menyaksikan dalam sebuah rumah seorang bangsawan Persia di Estakhr, "sebuah manuskrip besar yang sangat bagus" yang merupakan dokumen salinan tahun 731 dari dokumen aslinya yang termasuk bagian dari harta karun kerajaan.[2]

Pada tahun 659, Khalifah Ali mengutus Ziyad bin Abi Sufyan untuk menumpas sebuah pemberontakan Persia di Estakhr. Ziyad berhasil menjalankan tugas tersebut dan menetap sebagai gubernur di sana. Selama beberapa tahun, Abdallah bin Mu'awiyah (pemimpin sub-sekte Syiah Kaysaniyah) menguasai Estakhr dan memerintah Fārs dan wilayah Persia lainnya dari sana, termasuk Ahvaz, Jibal, Isfahan, dan Kerman, yaitu sejak tahun 744 hingga 748, sebelum ia melarikan diri ke Khurasan untuk menghindari kedatangan pasukan Umayyah. Setelah dibangun kembali[butuh rujukan], peranan kota ini kemudian diambil-alih oleh Shiraz. Saat ini di sana hanya terdapat situs reruntuhan arkeologi saja.

Catatan kaki

  1. ↑ Hill (2009), hlm. 242.
  2. ↑ Boyce, Mary (1998). "Estakr, ii. as a Zoroastrian religious centre". Encyclopaedia Iranica. Vol. Vol. 8. hlm. 643–6.{{cite encyclopedia}}: |volume= memiliki teks tambahan

Referensi

  • Hill, John E. (2009). Through the Jade Gate to Rome: A Study of the Silk Routes during the Later Han Dynasty, First to Second Centuries CE. BookSurge. ISBN 978-1-4392-2134-1.

Pranala luar

29°58′51″N 52°54′34″E / 29.98083°N 52.90944°E / 29.98083; 52.90944

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan