Kamis, 29 Oktober 2026
04:07 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Es volatil

Es volatil

Bagikan:
250px-Hartley2jets2_epoxi_big.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jet es volatil dari Komet Hartley 2 yang diamati oleh misi EPOXI.

Es volatil adalah jenis es yang terdiri dari senyawa dengan titik beku rendah, seperti air, amonia, metana, karbon dioksida, dan karbon monoksida. Senyawa-senyawa ini mudah menguap pada suhu relatif rendah, sehingga disebut sebagai "volatil". Es volatil banyak ditemukan di wilayah luar Tata Surya, terutama di permukaan benda langit seperti komet, bulan luar, planet kerdil, dan asteroid trans-Neptunus.

Komposisi

Es volatil dapat terdiri dari berbagai senyawa kimia, termasuk:

  • Es air (H₂O): bentuk es paling umum, ditemukan di banyak benda langit, termasuk Bulan dan Mars.
  • Es karbon dioksida (CO₂): juga dikenal sebagai es kering, banyak ditemukan di kutub Mars.[1]
  • Es metana (CH₄) dan es etana (C₂H₆): banyak ditemukan di permukaan bulan Titan dan benda-benda di Sabuk Kuiper.[2]
  • Es amonia (NH₃): ditemukan sebagai komponen dalam mantel es dari beberapa bulan es seperti Europa dan Enseladus.[3]

Peran dalam Tata Surya

Es volatil berperan penting dalam pembentukan dan evolusi benda langit di tata surya luar. Komposisi es pada komet dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi awal pembentukan tata surya. Selain itu, aktivitas seperti geiser dan kriovolkanisme yang terjadi di beberapa bulan es seperti Enseladus dan Europa dipicu oleh pemanasan internal yang mencairkan es volatil di bawah permukaan.[4]

Penelitian dan Eksplorasi

Misi luar angkasa seperti New Horizons dan Rosetta telah membantu para ilmuwan memahami keberadaan dan distribusi es volatil. New Horizons menemukan lapisan es nitrogen dan metana di permukaan Pluto, sementara Rosetta mendeteksi air, karbon monoksida, dan karbon dioksida di komet 67P/Churyumov–Gerasimenko.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Smith, D. E., et al. (2001). "Mars Orbiter Laser Altimeter: Experiment Summary After the First Year of Global Mapping of Mars". Science, 294(5548), 2141–2146.
  2. ↑ Brown, M. E., et al. (2007). "Methane and ethane on the bright Kuiper Belt object 2005 FY9". The Astronomical Journal, 133(1), 284–289.
  3. ↑ Kargel, J. S. (1992). "Ammonia-water volcanism on icy satellites: Phase relations at 1 atmosphere". Icarus, 100(2), 556–574.
  4. ↑ Spencer, J. R., & Nimmo, F. (2013). "Enceladus: An Active Ice World in the Saturn System". Annual Review of Earth and Planetary Sciences, 41, 693–717.
  5. ↑ Biver, N., et al. (2015). "Diversity of volatiles at comet 67P/Churyumov–Gerasimenko as seen by the Rosetta mission". Science Advances, 1(9), e1500863.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan