Rabu, 21 Oktober 2026
04:33 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Ernst Pritzel

Ernst Pritzel

Bagikan:
250px-Basedowia_tenerrima_as_Basedowia_helichrysoides.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi botani Basedowia helichrysoides (kini Basedowia tenerrima), digambar oleh Ernst Georg Pritzel pada 1918.

Ernst Georg Pritzel (15 Mei 1875 – 6 April 1946) adalah ahli botani Jerman.

Ia dikenal atas penelitiannya di bidang fitogeografi dan taksonomi. Ia menyumbangkan karya tentang Lycopodiaceae, Psilotaceae, dan Pittosporaceae ke Die Natürlichen Pflanzenfamilien.[1]

Antara tahun 1900–1902, bersama dengan Friedrich Ludwig Emil Diels, ia mengumpulkan tumbuhan di Afrika Selatan, Jawa, Australia, dan Selandia Baru. Hasil ekspedisinya (5.700 spesies) diterbitkan dalam Botanische Jahrbücher antara tahun 1904–1905. Penemuan mereka termasuk 235 spesies baru.[2]

Genus Pritzeliella dinamai menurut dirinya oleh Paul Christoph Hennings pada tahun 1903.[1]

Publikasi

  • Südwest-Australien (dengan Ludwig Diels) 1933 - Southwest Australia
  • Lycopodiaceae (dengan H. Potonie)
  • Fragmenta phytographiae Australiae occidentalis. Beiträge zur Kenntnis der Pflanzen Westaustraliens, ihrer Verbreitung und ihrer Lebens-Verhältnisse (dengan Ludwig Diels) 1905 - Sumbangan atas pengetahuan tumbuhan di Western Australia, beserta penyebaran dan lingkungannya.[3]

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan