Kamis, 22 Oktober 2026
14:33 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Ernesto Miranda

Ernesto Miranda

Bagikan:
Ernesto Miranda
250px-Ernesto_Miranda_1967.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Miranda pada tahun 1967
Lahir
Ernesto Arturo Miranda

(1941-03-09)9 Maret 1941
Mesa, Arizona, Amerika Serikat
Meninggal31 Januari 1976(1976-01-31) (umur 34)
Phoenix, Arizona, Amerika Serikat
Penyebab kematian
Ditikam hingga terbunuh
Tempat peristirahatan terakhir
City of Mesa Cemetery, Arizona
PekerjaanBuruh
Dikenal karenaMiranda v. Arizona
Status pidana
Terbunuh[a]
VonisPenculikan dan pemerkosaan
Hukuman pidana
Kurungan penjara 60–70 tahun

Ernesto Arturo Miranda (9 Maret 1941 – 31 Januari 1976) adalah seorang pekerja asal Amerika Serikat yang vonis pidananya dibatalkan dalam perkara penting di Mahkamah Agung Amerika Serikat, Miranda v. Arizona. Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung menetapkan bahwa tersangka tindak pidana harus diberi tahu mengenai hak mereka untuk tidak memberikan keterangan yang dapat memberatkan diri sendiri serta hak mereka untuk berkonsultasi dengan seorang pengacara sebelum menjalani pemeriksaan oleh polisi. Pemberitahuan mengenai hak-hak tersebut kemudian dikenal sebagai peringatan Miranda (Miranda warning). Miranda sebelumnya dinyatakan bersalah atas penculikan, pemerkosaan, dan perampokan bersenjata berdasarkan pengakuannya dalam pemeriksaan oleh polisi.

Setelah putusan Mahkamah Agung membatalkan vonis awal terhadap Miranda, negara bagian Arizona kembali mengadilinya. Dalam persidangan kedua, pengakuannya tidak diperbolehkan menjadi alat bukti, tetapi ia tetap dinyatakan bersalah. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 20–30 tahun, tetapi memperoleh pembebasan bersyarat pada 1972. Setelah dibebaskan, ia kembali ke lingkungan tempat tinggalnya dahulu dan memperoleh penghasilan sederhana dengan membubuhkan tanda tangan pada kartu Miranda milik para petugas polisi, yang memuat teks peringatan untuk dibacakan kepada orang yang ditangkap.

Pada 31 Januari 1976, Miranda tewas ditikam dalam sebuah pertengkaran di sebuah bar di Phoenix, Arizona. Seorang pria Meksiko bernama Eseziquiel Moreno Pérez didakwa atas pembunuhan Miranda, tetapi ia melarikan diri ke Meksiko dan hingga kini tidak pernah ditemukan.[1]

Miranda v. Arizona

Artikel utama: Miranda v. Arizona

Pada November 1965, Mahkamah Agung Amerika Serikat setuju untuk memeriksa perkara Miranda, Miranda v. Arizona, bersama dengan tiga perkara serupa lainnya untuk menghilangkan berbagai kebingungan yang muncul akibat putusan dalam perkara Escobedo v. Illinois. Dalam perkara sebelumnya tersebut, pengadilan memutuskan bahwa:[2]

Dalam keadaan perkara ini, ketika penyelidikan polisi tidak lagi berupa penyelidikan umum terhadap suatu tindak pidana yang belum terungkap, tetapi telah mulai berfokus pada tersangka tertentu yang berada dalam tahanan polisi, yang telah ditolak kesempatan untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dan belum diberi tahu mengenai hak konstitusionalnya untuk tetap diam, terdakwa telah kehilangan hak atas bantuan penasihat hukum yang bertentangan dengan Amendemen Keenam dan Keempat Belas, sehingga tidak satu pun pernyataan yang diperoleh polisi selama pemeriksaan dapat digunakan untuk memberatkannya dalam persidangan. Crooker v. California, 357 U.S. 433, dan Cicenia v. Lagay, 357 U.S. 504, dibedakan, dan sejauh keduanya mungkin tidak sejalan dengan perkara ini, keduanya tidak dapat dijadikan dasar yang mengikat. 479–492.

Pada Januari 1966, Flynn dan Frank mengajukan argumentasi mereka dengan menyatakan bahwa hak Miranda untuk mendapatkan penasihat hukum berdasarkan Amendemen Keenam telah dilanggar oleh Departemen Kepolisian Phoenix. Dua minggu kemudian, Negara Bagian Arizona memberikan tanggapannya dengan menyatakan bahwa hak-hak Miranda tidak dilanggar. Hari pertama persidangan berlangsung pada hari terakhir Februari 1966. Karena adanya tiga perkara pendamping tersebut serta informasi lainnya, sidang argumentasi lisan dilanjutkan untuk hari kedua pada 1 Maret 1966.

John Flynn, yang mewakili Miranda, memaparkan perkara tersebut dan kemudian menyatakan bahwa Miranda tidak diberi tahu mengenai haknya untuk tetap diam ketika ditangkap dan diperiksa. Ia juga menambahkan argumentasi berdasarkan Amendemen Kelima. Flynn berpendapat bahwa orang yang mengalami gangguan emosional seperti Miranda, yang memiliki tingkat pendidikan terbatas, tidak dapat diharapkan mengetahui haknya berdasarkan Amendemen Kelima untuk tidak memberikan keterangan yang dapat memberatkan dirinya sendiri.

Gary Nelson mewakili Negara Bagian Arizona dan berpendapat bahwa perkara ini bukan persoalan berdasarkan Amendemen Kelima, melainkan sekadar upaya untuk memperluas putusan Escobedo yang berkaitan dengan Amendemen Keenam. Ia mendesak para hakim untuk memperjelas pendirian mereka, tetapi tidak memperluas batas-batas putusan Escobedo secara berlebihan. Ia kemudian menyampaikan kepada pengadilan bahwa kewajiban polisi untuk memberi tahu tersangka mengenai hak-hak mereka akan secara serius menghambat keselamatan masyarakat.

Hari kedua persidangan membahas argumentasi dari perkara-perkara terkait. Thurgood Marshall, mantan pengacara NAACP (Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna), menjadi pihak terakhir yang menyampaikan argumentasi. Dalam kapasitasnya sebagai Solicitor General (pejabat yang mewakili pemerintah federal dalam perkara-perkara di hadapan Mahkamah Agung), ia menyampaikan pandangan pemerintahan Johnson mengenai perkara tersebut, yaitu bahwa pemerintah tidak memiliki sumber daya untuk menunjuk seorang pengacara bagi setiap orang tidak mampu yang dituduh melakukan tindak pidana.

Ketua Mahkamah Agung Earl Warren menulis pendapat pengadilan dalam perkara Miranda v. Arizona. Putusan tersebut berpihak kepada Miranda. Dalam putusan itu dinyatakan bahwa:

Orang yang berada dalam tahanan harus, sebelum menjalani pemeriksaan, diberi tahu dengan jelas bahwa ia memiliki hak untuk tetap diam dan bahwa segala sesuatu yang dikatakannya dapat digunakan untuk memberatkannya di pengadilan. Ia juga harus diberi tahu dengan jelas bahwa ia memiliki hak untuk berkonsultasi dengan seorang pengacara dan didampingi pengacara tersebut selama pemeriksaan, serta bahwa apabila ia tidak mampu membayar jasa pengacara, seorang pengacara akan ditunjuk untuk mewakilinya.

Pendapat tersebut dikeluarkan pada 13 Juni 1966. Sebagai akibat dari putusan itu, departemen kepolisian di seluruh Amerika Serikat mulai menerbitkan kartu peringatan Miranda yang berisi teks peringatan untuk dibacakan oleh petugas kepada tersangka. Mahkamah Agung tidak menetapkan rumusan kata-kata tertentu yang wajib digunakan. Meskipun pilihan katanya serupa, redaksi yang digunakan dapat berbeda-beda di setiap yurisdiksi.[3] Contoh rumusan peringatan yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

Anda memiliki hak untuk tetap diam. Jika Anda melepaskan hak tersebut, segala sesuatu yang Anda katakan dapat dan akan digunakan untuk memberatkan Anda di pengadilan. Anda memiliki hak untuk didampingi seorang pengacara dan untuk didampingi pengacara tersebut selama pemeriksaan. Jika Anda tidak mampu membayar jasa seorang pengacara, seorang pengacara akan disediakan untuk Anda.[b]

Kematian

250px-Mesa-City_of_Mesa_Cemetery-Ernesto_Arturo_Miranda.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Ernesto Miranda di City of Mesa Cemetery

Pada 31 Januari 1976, terjadi perkelahian di Amapola Bar yang beralamat di 233 South 2nd Street, di pusat kota Phoenix. Dalam perkelahian tersebut, Miranda ditikam.[4] Ia dinyatakan telah meninggal dunia setibanya di Banner Good Samaritan Medical Center. Saat itu, ia berusia 34 tahun. Beberapa kartu Miranda ditemukan pada dirinya. Miranda dimakamkan di City of Mesa Cemetery di Mesa, Arizona.[5]

Pria yang diduga membunuh Miranda, Eseziquiel Moreno Pérez, yang saat itu berusia 23 tahun, secara resmi didakwa atas pembunuhan pada 4 Februari 1976.[1] Namun, ia tidak pernah ditangkap karena melarikan diri ke Meksiko setelah pembunuhan tersebut dan hingga kini tidak pernah ditemukan.[6]

Catatan

  1. ↑ Dinyatakan bersalah pada 12 Juni 1963; dibatalkan pada 13 Juni 1966 karena alat bukti yang diperoleh secara tidak sah; kembali dinyatakan bersalah pada 1 Maret 1967.
  2. ↑ Teks aslinya merupakan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, "You have the right to remain silent. If you give up that right, anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to an attorney and to have an attorney present during questioning. If you cannot afford an attorney, one will be provided to you."

Referensi

  1. 1 2 "Suspect Charged In Miranda Case". The New York Times (dalam bahasa Inggris). 5 Februari 1976. Diakses tanggal 5 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Danny ESCOBEDO, Petitioner, v. STATE OF ILLINOIS". Legal Information Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Rogers, Richard; Hazelwood, Lisa L.; Sewell, Kenneth W.; Harrison, Kimberly S.; Shuman, Daniel W. (2008). "The language of Miranda warnings in American jurisdictions: A replication and vocabulary analysis". Law and Human Behavior (dalam bahasa Inggris).
  4. ↑ "How Miranda Became a Household Name". Police Magazine (dalam bahasa Inggris). 9 Juni 2016. Diakses tanggal 5 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Miranda v. Arizona...The Story Behind the Opinion". Mark Eiglarsh (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Who Is Ernesto Miranda? - Miranda Rights". The Hardy Law Firm, P.A. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-05.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan