Jumat, 16 Oktober 2026
02:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Wiracarita Raja Gesar

Wiracarita Raja Gesar

Bagikan:
330px-Gesar_Gruschke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mural yang menggambarkan Gesar

Wiracarita Raja Gesar (/ˈɡɛzər,ˈɡɛs-/; Tibet: གེ་སར་རྒྱལ་པོ་; Wylie: ge sar rgyal po, "Raja Gesar"; bahasa Mongol:Гэсэр Хаан, Geser Khagan, "Raja Geser", bahasa Rusia:Гесар-хан atau Кесар), juga dieja Geser (khususnya dalam konteks bahasa Mongolia) atau Kesar (/ˈkɛzər,ˈkɛs-/), adalah sebuha siklus wiracarita, diyakini berasal dari abad ke-12, yang berhubungan dengan perbuatan heroik pahlawan budaya Gesar,[1] raja yang tidak mengenal takut dari kerajaan Ling yang legendaris (Wylie: gling). Wiracarita ini dicatat secara beragam dalam puisi dan prosa, fabel nyanyian atau shuochang yang menjadi ragam pertunjukan tradisional,[2] dan dinyanyikan secara luas di seluruh Asia Tengah dan Timur Laut Asia Selatan. Versi klasiknya dapat ditemukan di Tibet bagian tengah.[3] Sekitar 100 orang bard dari wiracarita ini (Wylie: sgrung, "dongeng")[4] masih aktif saat ini di sabuk Gesar di Tiongkok.[5] Para penyanyi Tibet, Mongol, Buryat, Balti, Ladakh, dan Monguor mempertahankan tradisi lisan dan wiracarita ini telah menarik rasa ingin tahu ilmiah yang kuat sebagai salah satu dari sedikit tradisi wiracarita lisan yang bertahan sebagai sebuah seni pertunjukan. Selain cerita yang dilestarikan oleh etnis minoritas di Tiongkok seperti Bai, Naxi, Pumi, Lisu, dan Yugur,[6] versi wiracarita ini juga tercatat di antara masyarakat Balti di Baltistan, suku Burusho di Hunza dan Gilgit,[6] dan masyarakat Kalmuk dan Ladakh,[7][8] di Sikkim, Bhutan, Nepal, dan di kalangan berbagai suku Tibeto-Burma, Turki, dan Tungus.[9] Versi cetak pertama adalah naskah berbahasa Mongol yang diterbitkan di Beijing pada tahun 1716.[10]

Wiracarita ini terdiri dari sejumlah besar kelompok versi, masing-masing dengan banyak varian, dan dianggap oleh beberapa kalangan sebagai yang terpanjang di dunia.[4] Meskipun tidak ada satu pun naskah yang pasti, kompilasi berbahasa Tionghoa sejauh ini dari versi Tibetnya saja telah mengisi sekitar 120 volume, lebih dari satu juta bait,[4] dibagi menjadi 29 "bab".[11] Perhitungan Barat menyatakan lebih dari 50 buku yang berbeda yang disunting sejauh ini di Tiongkok, India, dan Tibet.[4]

Seorang akademikus Tibet telah menulis:

Seperti wiracarita Yunani yang luar biasa, wiracarita India, dan Kalevala, Raja Gesar adalah mutiara cemerlang dalam khazanah budaya dunia dan merupakan sumbangsih penting yang dibuat oleh negara kita untuk peradaban manusia.[12]

Catatan kaki

  1. ↑ Samuel 1993, hlm. 68–9.
  2. ↑ Samuel 2005, hlm. 166.
  3. ↑ Chadwick & Chadwick 1968, hlm. 48–9, 215–6. sfn error: tanpa target: CITEREFChadwickChadwick1968 (bantuan)
  4. 1 2 3 4 Maconi 2004, hlm. 372.
  5. ↑ Jiàngbiān Jiācuò 1998, hlm. 222.
  6. 1 2 Maconi 2004, hlm. 373.
  7. ↑ Penick 2009, hlm. vii.
  8. ↑ Herrmann 1990, hlm. 485.
  9. ↑ Harvilahti 1996, hlm. 40.
  10. ↑ Harvilahti 1996, hlm. 43.
  11. ↑ Harvilahti 1996, hlm. 42.
  12. ↑ 'Jam-dpal rgyal-mtsho 1990, hlm. 472.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan