Minggu, 04 Oktober 2026
12:52 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Epaminondas

Epaminondas

Bagikan:
Epaminondas
Epam1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Patung Epaminondas
Lahir418 Sebelum Masehi
Thebes
Meninggal362 Sebelum Masehi
Mantinea
PengabdianThebes
PangkatStrategos, Boeotarch
Perang/pertempuranPerang Leuctra, Perang Mantinea

Epaminondas (Lahir: Thebes, 418 sebelum masehi. Meninggal: Mentinea, 362 sebelum masehi) adalah seorang ahli politik, negarawan di Thebes (Yunani Lama).[1][2] Epaminondas adalah murid Lysis dari Tarentum, seorang penganut filsuf Pythagoras yang menetap di Thebes.[1][2] Epaminondas merupakan pemimpin yang sebagian besar bertanggung jawab dalam pelanggaran dominasi kemiliteran di Sparta dan mengubah secara permanen keseimbangan kekuasaan antara negara-negara Yunani.[2] Pada 385 sebelum masehi, Epaminondas berperang di pihak Sparta, tetapi karena Epaminondas tidak mau menyerahkan kota Boeotia kepada Sparta Ia pun berbalik menjadi lawan sparta.[1] Epaminondas berhasil mengalahkan tentara Sparta di Leuctra pada tahun 371 sebelum masehi,[1][2] hingga peranan utama Yunani berpindah dari tangan sparta ke Thebes.[1] Epaminondas memimpin ekspedisi ke Peloponnese antara tahun 370-369, 369-368, 367, dan 362 sebelum masehi.[2] Epaminondas menggunakan cara berperang baru berupa barisan senjata berat yang beruas (Bahasa Inggris: phalanx) sebagai penyerang utama yang disusun sejajar ke belakang yang makin menggeser ke kiri hingga tersusun ke belekang makin condong ke kiri dengan diperkuat pasukan berkuda di sayap-sayapnya.[1] Epaminondas gugur dalam peperangan melawan Sparta, sesudah berhasil memenangkan pertempuran di Mantinea.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Shadily, Hasan. "Ensiklopedia Indonesia". Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris) Encyclopaedia Britannica. "Epaminondas". Diakses tanggal 16 Juni 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan