Selasa, 03 November 2026
05:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Nuri maluku

Nuri maluku

spesies burung

Bagikan:
Nuri maluku
250px-Eos_bornea_-Taronga_Zoo%2C_Sydney%2C_Australia-8a_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Taronga Zoo, Sydney, Australia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittaculidae
Genus: Eos
Spesies:
E. bornea
Nama binomial
Eos bornea
Sinonim
  • Eos goodfellowi Ogilvie-Grant, 1907
  • Psittacus borneus Linnaeus, 1758

Nuri maluku[2] (Eos bornea) atau kasturi merah[3] adalah sebuah spesies bayan dalam famili Psittaculidae. Spesies ini menjadi jenis nuri yang paling banyak ditempatkan di penangkaran kedua, setelah perkici kelapa.

Panjangnya sekitar 31 cm (12 in) dan bobotnya 30-300 gram.[4] Sebagian besar bulunya merah dan semua bulu pada bagian atas tubuhnya merah. Terdapat bagian merah, biru dan hitam pada punggung dan sayap, sementara ekornya cokelat kemerahan dengan bagian bawah berwarna biru. Paruhnya oranye dan kakinya kelabu.

Burung ini endemik ke Kepulauan Maluku dan pulau-pulau sekitarnya di Indonesia.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Eos bornea". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22684509A131914146. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22684509A131914146.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Nuri maluku". Jagat Satwa Nusantara. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ↑ Abidin, Jenal (2009). "Studi perilaku harian burung kasturi merah (Eos bornea) di penangkaran bidang zoologi pusat penelitian biologi LIPI Cibnong Bogor" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ "Red Lory". Pretty Bird International Inc. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 6, 2013. Diakses tanggal Desember 11, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan