Senin, 19 Oktober 2026
03:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Energi di Swedia

Bagikan:

Energi di Swedia diatur kebijakan pengelolaannya oleh Pemerintah Swedia. Pada awal abad ke-21 M, Pemerintah Swedia telah mengadakan transisi energi dari sumber energi berupa bahan bakar fosil menjadu energi terbarukan. Jenis sumber energi terbarukan di Swedia terutama berupa biomassa dan energi dari pembakaran sampah.

Bauran energi

Pada tahun 2014, biomassa telah memenuhi sebesar 14% dari total penyediaan enegi di Swedia.[1] Pada tahun 2015, Swedia menjadi salah satu negara penandatangan Persetujuan Paris yang mengharuskan transisi energi bagi tiap negara yang menandatanganinya. Proses transisi energi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing negara. Pemerintah Swedia menjadi salah satu negara di kawasan Skandinavia yang menargetkan sepenuhnya menggunakan energi baru dan terbarukan serta tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil pada tahun 2030. Energi terbarukan yang diusahakan ialah energi surya dengan mengandalkan panel surya, energi angin dengan kincir angin dan energi air dengan pembangkit listrik tenaga air.[2]

Kebijakan pemerintah

Kebijakan produksi energi biomassa

Swedia menjadi salah satu negara perintis kemandirian energi dengan komitmen terhadap pelestarian lingkungan di Eropa. Pada akhir tahun 1970, Pemerintah Swedia menerapkan teknologi produksi pellet pakan ternak hasil dimodifikasi yang disebut pellet kayu atau pellet energi. Bahan pembuatannya meliputi material kayu dan biomassa lainnya yang lebih padat. Penerapannya melalui pembangunan pabrik pellet kayu pertama di Mora. Produksi pellet kayu pertama kali dimulai pada bulan November 1982.[3]

Pada tahun 1987, Pemerintah Swedia dan dunia usahanya mengadakan evaluasi dan perbaikan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pellet kayu dengan mengganti bahan pembuatannya. Sebuah pabrik pellet kayu dibangun di Kil pada tahun 1987 dengan bahan pellet kering. Pabrik tersebut berhasil memproduksi pellet kayu sebanyak 3.000 ton metrik per tahun dan mulai dikomersialkan.[4] Swedia telah menjadi salah satu dari lima negara penghasil sekaligus pengguna pellet kayu terbanyak di dunia.[5]

Kebijakan produksi energi dari sampah

Pemerintah Swedia telah mengadakan pengelolaan sampah untuk menerapkan kebijakan sampah menjadi energi.[6] Sampah dari tiap rumah tangga di Swedia dimusnahkan menggunakan infrastruktur pengelolaan limbah untuk menjadi sumber energi yang berkelanjutan. Tingkat daur ulang sampah di Swedia sekurangnya sebesar 99%. Namun Pemerintah Swedia menerapkan tarif sampah berdasarkan volume sampah yang dihasilkan oleh tiap rumah tangga yang pembayarannya ditanggung oleh rumah tangga masing-masing. Kebijakan ini selain untuk menghasilkan sumber energi juga mengurangi volume sampah yang dihasilkan oleh tiap rumah tangga.[7] Sedikitnya 50% sampah di Swedia dibakar menggunakan mesin konversi energi yang menghasilkan temperatur tinggi untuk diubah menjadi panas dan energi listrik.[8]

Pembangkit listrik tenaga sampah di Swedia yang telah berhasil mengelola sampah menjadi bahan baku untuk menghasilkan energi ialah PLTSa Bouros di Bouros. Bahan baku sampah di PLTSa Bouros diimpor dari Norwegia yang merupakan negara tetangga Swedia. Sampah diubah menjadi energi listrik yang memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri.[9]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Abimanyu dan Hendrana 2014, hlm. 16.
  2. ↑ Suyitno 2022, hlm. 54.
  3. ↑ Amirta 2018, hlm. 9.
  4. ↑ Amirta 2018, hlm. 11.
  5. ↑ Abimanyu dan Hendrana 2014, hlm. 45-46.
  6. ↑ Ruslan, F., dan Perwitasari, S. W., dan Ling, M. (November 2021). "Membenang Kebijakan Penanganan Sampah Plastik". Dalam Kapriadi, Arie Yanwar (ed.). Presidensi Indonesia G20: Gagasan Kolektif Menuju Pemulihan dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan (PDF). Tangerang Selatan: Politeknik Keuangan Negara STAN. hlm. 44. ISBN 978-623-6784-30-3..{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: karakter tidak validPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Rachman, R. M., dkk. (Juni 2024). Harimuswarah, M. R., dan Adhimastra, I. K. (ed.). Optimalisasi Sistem Pengelolaan Sampah Perkotaan (Strategi dan Implementasi) (PDF). Makassar: CV. Tohar Media. hlm. 69. ISBN 978-623-8421-83-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Sianipar, N. R., Chaqiqi, A., dan Haryanto, J. T. (November 2021). "Perilaku Manajemen Sampah untuk Mengurangi Pembiayaan Penanganan Timbunan Sampah". Dalam Kapriadi, Arie Yanwar (ed.). Presidensi Indonesia G20: Gagasan Kolektif Menuju Pemulihan dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan (PDF). Tangerang Selatan: Politeknik Keuangan Negara STAN. hlm. 23. ISBN 978-623-6784-30-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Suyitno 2022, hlm. 55.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan