Jumat, 16 Oktober 2026
17:31 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Emirsyah Satar

Emirsyah Satar

ekonom Indonesia

Bagikan:
Emirsyah Satar
250px-Emirsyah_Satar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
[[Direktur Utama Garuda Indonesia]]ke-14
Masa jabatan
2005–2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
PendahuluIndra Setiawan
PenggantiMuhammad Arif Wibowo
Informasi pribadi
Lahir28 Juni 1959 (umur 67)
Suami/istriSandrina Abubakar
AnakEga Dhana Rasyid Satar
PekerjaanEkonom

Emirsyah Satar (lahir 28 Juni 1959) adalah seorang ekonom Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia hingga mengundurkan diri pada 8 Desember 2014.[1] Sebagai Dirut Garuda Indonesia, ia digantikan oleh Arif Wibowo.[2]

Biografi

Emirsyah Satar lahir dari pasangan Minangkabau. Ayahnya berasal dari Sulit Air, Solok dan ibunya berasal dari Bukittinggi. Ayahnya yang berprofesi sebagai diplomat, membuat hidupnya selalu berpindah-pindah. Satar lulus dari FEUI pada tahun 1986 dan mengawali kariernya sebagai auditor di kantor akuntan Pricewaterhouse Coopers pada 1983. Dengan bekal pendidikan akuntansi yang dimilikinya, pada tahun 1985 ia memasuki dunia perbankan dengan menjadi Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank. Pada 2003 - 2005 ia menjadi Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Niaga Factoring Corporation. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama di PT Garuda Indonesia, ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia pada 2003. Ia mulai menjabat sebagai Direktur Utama pada 22 Maret 2005

Pada 8 Desember 2014, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Pengunduran diri Emirsyah lebih awal dari jadwal, karena sebenarnya jabatannya baru berakhir pada 22 Maret 2015. Alasan utamanya adalah, ia ingin memberikan kesempatan kepada manajemen baru untuk bekerja sejak awal tahun.[3][4]

Penghargaan

  • The CNBC 2013 Travel Business Leader Award Asia Pacific [5]

Kontroversi

Pada 19 Januari 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus suap saat menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.[6] KPK menduga Emirsyah menerima suap dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam mata uang euro sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara dengan Rp 20 miliar. Selain itu, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai USD 2 juta. Barang-barang terkait dengan dugaan suap itu tersebar di Singapura dan Indonesia.[7] Selain Emirsyah, KPK juga menetapkan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka penyuap Emirsyah. Dalam kaitan dengan kasus ini, Soetikno berperan sebagai beneficial owner Connaught International Pte Ltd. Namun Soetikno tercatat juga sebagai co-founder PT Mugi Rekso Abadi (MRA).[8]

Referensi

  1. ↑ Artikel:"Emirsyah Satar Mundur Sebagai Dirut Garuda" di Kompas.com
  2. ↑ Artikel:"Ini Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia" di detik.com
  3. ↑ Artikel:"Ini Alasan Emirsyah Satar Mundur Lebih Awal dari Posisi Dirut Garuda" di detik.com
  4. ↑ Artikel:"Emirsyah Satar Buka-bukaan Soal Mundur dari Bos Garuda Indonesia" di liputan6.com
  5. ↑ Kresna (23 Oktober 2013). "Emirsyah Satar Terima The CNBC 2013 Travel Business Leader" Diarsipkan 2014-02-03 di Wayback Machine Investor Daily. Diakses 23 Januari 2014.
  6. ↑ KPK: Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Jadi Tersangka CNNIndonesia. Diakses 20 Januari 2017
  7. ↑ KPK: Rolls Royce Tawari Sesuatu ke Emirsyah Terkait Pemilihan Mesin Detikcom. Diakses 20 Januari 2017
  8. ↑ KPK Juga Tetapkan Penyuap Emirsyah Satar Jadi Tersangka Detikcom. Diakses 20 Januari 2017

Pranala luar

Didahului oleh:
Indra Setiawan
Dirut Garuda Indonesia
2005-2014
Diteruskan oleh:
Arif Wibowo
Direktur Utama Garuda Indonesia
Lainnya: Fuad Rizal (Pjs. Direktur Utama dari 2019-2020)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan