Sabtu, 31 Oktober 2026
16:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Emilio Gentile

Emilio Gentile

Bagikan:
Infobox orangEmilio Gentile
250px-Emilio_Gentile_-_Festival_Economia_2014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(2014) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran31 Agustus 1946 Suntingan nilai di Wikidata (80 tahun)
Bojano (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Roma La Sapienza Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiPolitical studies (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaansejarawan,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Roma La Sapienza Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Murid doktoralChristophe Poupault (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan

Emilio Gentile (lahir 4 Juni 1946) adalah seorang sejarawan Italia yang mengajar sejarah kontemporer di Universitas Sapienza Roma. Ia fokus pada studi fasisme, totalitarianisme, dan hubungan antara agama, politik, dan budaya. Karyanya sering membahas bagaimana ideologi modern membentuk identitas nasional, dengan penekanan pada kasus Italia.[1]

Kehidupan dan Karier

Gentile lahir di Bologna pada 1946 dari keluarga yang terlibat dalam kegiatan budaya lokal. Ia memulai studi di Universitas Bologna, di mana ia lulus dengan gelar doktor dalam sejarah modern. Pengalaman awalnya mencakup penelitian di arsip nasional, yang membawanya ke topik fasisme dan peran gereja dalam politik Italia. Ia juga meneliti di institusi seperti Istituto Storico Germanico di Roma, memperkaya pemahamannya tentang hubungan Italia-Jerman.[2]

Gentile bergabung dengan Universitas Sapienza Roma sebagai profesor sejarah kontemporer. Ia menjabat sebagai pengunjung di universitas Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Universitas Yale dan Universitas California, Berkeley. Penelitiannya mencakup analisis totalitarianisme, di mana ia mengeksplorasi bagaimana rezim seperti fasisme menggunakan ritual dan simbol untuk membentuk masyarakat. Ia juga menulis esai untuk jurnal seperti Journal of Contemporary History dan Totalitarian Movements and Political Religions, membahas topik seperti sekularisme dan nasionalisme.[3][1]

Karya utamanya mencakup La via italiana al totalitarismo (1995), yang membahas asal-usul fasisme Italia; Politica e religione (2001), tentang hubungan antara politik dan agama; serta Renovating the Fascist Faith (2023), yang menganalisis reformasi ideologi fasis. Buku lain seperti The Sacralization of Politics in Fascist Italy (1996) menelusuri penggunaan simbol religius dalam propaganda.[3]

Gentile memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Guggenheim Fellowship (2000) dan Erasmus Prize (2013). Ia juga menjadi anggota Akademi Nasional de Lincei. Karyanya sering dikutip dalam studi politik, meskipun beberapa analisisnya, seperti tentang sifat religius fasisme, menimbulkan perdebatan di kalangan sejarawan.[4]

Gentile memengaruhi studi fasisme melalui analisisnya yang menghubungkan politik dengan budaya. Karyanya menjadi rujukan dalam debat tentang totalitarianisme, meskipun beberapa aspeknya, seperti pandangannya tentang sekularisme, tetap menjadi topik diskusi. Ia terus aktif melalui tulisan dan kuliah, berkontribusi pada sejarah politik Italia modern.[5]

Referensi

  1. 1 2 "Stanley Payne, review of Emilio Gentile's "Storia del fascismo" and "Totalitarismo 100"". George L. Mosse Program in History (dalam bahasa American English). 2023-05-02. Diakses tanggal 2025-11-04.
  2. ↑ "Emilio Gentile - Academia.edu". Academia.edu. Diakses tanggal 2025-11-04.
  3. 1 2 "Emilio Gentile — Harvard University Press". Harvard University Press (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
  4. ↑ Bloomsbury. "Emilio Gentile". Bloomsbury. Diakses tanggal 4-11-2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ↑ "Politics as Religion | Princeton University Press". press.princeton.edu (dalam bahasa Inggris). 2006-07-23. Diakses tanggal 2025-11-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan