Kamis, 22 Oktober 2026
16:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Ema datshi

Ema datshi

Bagikan:
Ema datshi
250px-Bhutanese_hemadatsi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ema datshi dengan nasi
Tempat asalBhutan
Bahan utamaKeju dari susu sapi atau yak, cabai hijau, merah, atau putih

Ema datshi (Dzongkha: ཨེ་མ་དར་ཚིལ་; Wylie: e-ma dar-tshil[1]) adalah salah satu hidangan paling terkenal dalam kuliner Bhutan serta dianggap sebagai masakan nasional Bhutan. Hidangan ini terbuat dari cabai dan keju; "ema" berarti "cabai" dan "datshi" berarti "keju"[2] dalam bahasa Dzongkha.

Berbagai jenis cabai dapat digunakan: cabai hijau (dicuci dengan air panas dan dijemur), cabai merah, dan/atau cabai putih[3] yang segar atau telah dikeringkan.[4] Cabai yang digunakan disebut "sha ema" yang merupakan sejenis cabai dari spesies Capsicum annuum[5] yang masih berkerabat dengan cabai cayenne, cabai poblano, cabai ancho, atau cabai Anaheim.

Keju yang digunakan dalam hidangan ema datshi dibuat dari dadih susu sapi atau yak. Dalam pembuatannya, lemak susu diambil dari dadih untuk menghasilkan mentega, sementara dadih yang tersisa digunakan untuk membuat keju. Setelah keju dihasilkan, cairan yang tertinggal digunakan sebagai sup yang disajikan bersama dengan nasi sehingga tidak ada sisa dari dadih yang dibuang.

Varian

Hidangan yang serupa bernama kewa datshi menggunakan kentang sebagai pengganti cabai.[6][7] Terdapat pula semchum datshi yang menggunakan kacang serta shamu datshi yang menggunakan jamur.

Referensi

  1. ↑ "༈ རྫོང་ཁ་ཨིང་ལིཤ་ཤན་སྦྱར་ཚིག་མཛོད། ༼ཨ༽" [Kamus Dzongkha-Inggris: "A"]. Dzongkha-English Online Dictionary. Dzongkha Development Commission, Government of Bhutan. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Agustus 2011. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pandey, Geeta. "Bhutan's love affair with chillies". BBC News. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Wangdi, Samten; Kencho, Yeshi. "Ema:The Fiery Bhutanese Food". Kuensel News Online. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "A Brief Introduction to Bhutanese Food". Bhutanese Food Site. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "PACKAGE OF PRACTICES FOR CHILI PRODUCTION IN BHUTAN". Agriculture, Livestock & Forestry. Research & Development Center Bajo, Department of Agriculture, Ministry of Agriculture & Forests, Royal Govt of Bhutan. Diarsipkan dari asli tanggal 25 April 2012. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Kavita Kanan Chandra (30 Desember 2013). "Dragon Feast". Bhutan Observer. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-20. Diakses tanggal 2017-11-25.
  7. ↑ Andreas von Heßberg (29 Juni 2016). Bhutan: Unterwegs im Himalaya-Königreich. Trescher Verlag. hlm. 121. ISBN 978-3-89794-350-6.

Bacaan lebih lanjut

  • Pommaret, Francoise (2006), Bhutan Himalayan Mountains Kingdom (5th edition), Odyssey Books and Guides, hlm. 296

Templat:Cabai


Bhutan

Artikel bertopik Bhutan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan