Kamis, 08 Oktober 2026
22:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Elsa Manora Nasution

perenang

Bagikan:
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Nasution.

Elsa Manora Nasution (lahir 25 Oktober 1977) adalah mantan perenang Indonesia, yang mengkhususkan diri di gaya punggung.[1] Ia mewakili Indonesia di Olimpiade 2000 dan kemudian memenangkan medali perunggu pada even 100 m gaya punggung di SEA Games 2003 di Hanoi, Vietnam.

Dilatih sendiri oleh ayahnya yang juga merupakan pelatih renang nasional Radja Nasution. Elsa adalah adik kandung dari mantan perenang nasional Elfira Rosa Nasution, Kevin Rose Nasution dan Maya Masita Nasution. Dia juga merupakan kakak perempuan dari Muhammad Akbar Nasution, seorang perenang spesialis gaya dada dan gaya ganti, yang pernah bersama sama bergabung sebagai bagian dari skuat Indonesia di Olimpiade. Elsa saat ini telah bercerai dari mantan suaminya Ricky Subagja, pemain bulu tangkis Indonesia.

Elsa hanya berkompetisi di even 100 m gaya punggung pada Olimpiade 2000 di Sydney. Dia mencapai FINA B - cut dari 1: 05,69 pada Kejuaraan Asia di Busan, Korea Selatan. Dia menantang tujuh perenang lain dalam pertandingan itu, diantaranya Sherry Tsai dari Hong Kong, Kuan Chia-hsien dari Cina Taipei, Serrana Fernández dari Uruguay dalam waktu 1: 06,57, hampir satu detik penuh di bawah standarnya. Elsa gagal melaju ke semifinal, ketika ia hanya berhasil menempati posisi ke-38 dari kesulurhan hasil babak eliminasi.

Pada Sea Games 2003 di Hanoi, Vietnam, Elsa meraih medali perunggu di even 100 m gaya punggung dengan catatan waktu 1: 07,38, sedangkan medali emasi dimenagkan juara bertahan Chonlathorn

Rujukan

  1. ↑ Evans, Hilary; Gjerde, Arild; Heijmans, Jeroen; Mallon, Bill; et al. "Elsa Manora Nasution". Olympics at Sports-Reference.com (dalam bahasa Inggris). Sports Reference LLC. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Desember 2016. Diakses tanggal 17 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik perenang Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan