Dalam linguistik, elisi atau penghapusan adalah pelesapan satu atau beberapa bunyi (seperti vokal, konsonan, atau seluruh suku kata) dalam suatu kata atau frasa. Akan tetapi, istilah-istilah ini juga digunakan secara lebih khusus untuk merujuk pada kasus ketika dua kata digabungkan dengan melesapkan bunyi di akhir kata.[1] Contohnya adalah elisi /t/ di akhir kata dalam bahasa Inggris jika didahului dan diikuti oleh konsonan: "first light" sering kali diucapkan "firs' light" (/fɜrslaɪt/).[2] Banyak istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada kasus-kasus spesifik pelesapan bunyi.
Bentuk lema dan bentuk kontekstual
Suatu kata dapat diucapkan secara individual dalam bentuk yang disebut bentuk lema. Bentuk ini sesuai dengan pengucapan yang dicantumkan dalam kamus. Akan tetapi, ketika kata-kata diucapkan dalam suatu konteks, beberapa bunyi yang tergolong dalam bentuk lema sering kali dilesapkan. Elisi bukanlah proses mutlak (ya atau tidak sama sekali): elisi lebih cenderung terjadi pada gaya tuturan tertentu dan kurang begitu terjadi pada gaya lainnya.[3] Banyak penulis yang menjelaskan gaya tuturan yang paling sering memuat elisi dengan menggunakan istilah-istilah seperti "tuturan santai",[4] "tuturan spontan",[5] "tuturan allegro",[6] atau "tuturan cepat".[2] Selain itu, sesuatu yang tampak seperti hilangnya suatu bunyi sebenarnya dapat berupa perubahan artikulasi bunyi yang membuatnya menjadi kurang terdengar. Sebagai contoh, dalam beberapa dialek bahasa Spanyol, akhiran kata -ado, seperti pada cansado ('lelah'), diucapkan /ado/ dalam bentuk lema, tetapi konsonan /d/ dilesapkan dalam tuturan normal sehingga menjadi "cansao". Deskripsi yang lebih cermat menunjukkan bahwa fonem /d/ dalam bahasa Spanyol biasanya diucapkan sebagai konsonan geser gigi bersuara [ð] jika berada di antara vokal. Dalam tuturan santai, bunyi tersebut sering kali melemah menjadi konsonan hampiran gigi bersuara [ð̞].[7] Kemungkinan yang paling ekstrem adalah elisi menyeluruh yang menghasilkan diftong tanpa gestur lidah konsonantal yang dapat diamati.[8] Dalam pandangan ini, elisi merupakan tahap akhir dari lenisi atau pelemahan konsonan, yaitu fase terakhir dari suatu kontinum yang dapat digambarkan sebagai d > ð > ð̞ > ∅. Baik elisi vokal maupun konsonan, jika terjadi secara konsisten dari waktu ke waktu, bentuk dengan elisi tersebut dapat diterima sebagai norma: tabula > tabla seperti dalam bahasa Spanyol, mutare > muer ('mengubah', 'berganti bulu') dalam bahasa Prancis, dan luna > lua ('bulan') dalam bahasa Portugis. Elisi dan fenomena tuturan terhubung yang berkaitan biasanya dijelaskan berdasarkan prinsip usaha terkecil atau "ekonomi usaha". Konsep ini dinyatakan sebagai "Jika suatu kata atau ungkapan tetap dapat dipahami secara sempurna tanpa bunyi tertentu, orang-orang cenderung melesapkan bunyi tersebut."[9]
Referensi
- ↑ Harman, William; Holman, C. H. (1999). A Handbook to Literature (Edisi 8th). Pearson. hlm. 512. ISBN 978-0130127310.
- 1 2 Cruttenden, Alan (2014). Gimson's Pronunciation of English. Routledge. hlm. 314. ISBN 978-1-4441-8309-2.
- ↑ Shockey, Linda (2003). Sound Patterns of Spoken English. Blackwell. hlm. 14–29. ISBN 0-631-23080-7.
- ↑ McMahon, April (2002). An Introduction to English Phonology. Edinburgh University Press. hlm. 47–8. ISBN 0-7486-1251-3.
- ↑ Cauldwell, Richard (2013). Phonology for Listening. SpeechinAction. ISBN 978-0954344726.
- ↑ Akamatsu, Tsutomu (1995). "On some neutralisations and archiphonemes in English allegro speech". Dalam Windsor Lewis, Jack (ed.). Studies in General and English Phonetics: Essays in Honour of Professor J.D. O'Connor. Routledge. hlm. 3–9. ISBN 0-415-08068-1.
- ↑ Martinez-Celdran, Eugenio (2004). "Problems in the classification of approximants". Journal of the International Phonetic Association. 34 (2): 201–210. doi:10.1017/S0025100304001732. S2CID 144568679.
- ↑ Clark, John; Yallop, Colin (1995). An Introduction to Phonetics and Phonology (Edisi 2nd). Blackwell. hlm. 90. ISBN 0-631-19452-5.
- ↑ Jones, Daniel (1963). The Pronunciation of English (Edisi 4th). Cambridge University Press. hlm. 133.