Minggu, 08 November 2026
12:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Elifas

Elifas

Bagikan:
250px-Job_Blagoveshenskiy_sobor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fresco dari Cathedral of the Annunciation menggambarkan Ayub dan sahabat-sahabatnya.
Untuk anak sulung Esau, lihat Elifas bin Esau.

Elifas (bahasa Ibrani:אליפז‎; "Allah itu kekuatannya"; bahasa Inggris:Eliphaz), orang Téman, adalah seorang dari tiga sahabat Ayub yang bercakap-cakap mengenai penderitaan yang dialami Ayub, sebagaimana dicatat dalam Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Téman adalah salah satu kota penting di wilayah Edom (Amos 1:12; Obaja 9; Yeremia 49:20). Jadi Elifas tampaknya mewakili hikmat orang Edom yang dianggap terkenal pada zaman dahulu, menurut Obaja 8; Yeremia 49:7 dan Barukh 3:22.

Di bagian Alkitab yang lain, "Elifas" juga adalah nama anak sulung Esau (juga disebut Edom) bin Ishak bin Abraham, dan Elifas bin Esau ini mempunyai putra bernama "Téman".[2]

Perkataan

Ketika berbicara dengan Ayub, Elifas tampak lembut dan rendah hati. Sebagaimana sahabat-sahabatnya yang lain, Elifas pertama-tama bermaksud memberikan penghiburan. Elifas adalah yang pertama pula berbicara sebelum Bildad orang Suah dan Zofar orang Naama. Perkataannya dalam tiga babak pembicaraan dicatat dalam pasal-pasal Ayub 4-5, Ayub 15, dan Ayub 22. Dalam perkataannya yang pertama untuk menjawab keluhan Ayub, ia berpendapat bahwa orang yang sungguh-sungguh benar tidak akan ditinggalkan sama sekali oleh Allah, tetapi hukuman dapat diberikan kepada dosa yang tersembunyi. Elifas menolak bahwa ada orang yang tidak bersalah dan menegur Ayub karena menyatakan bebas dari kesalahan. Elifas menganjurkan Ayub untuk mengakui semua kesalahan yang disembunyikannya untuk mengakhiri hukuman. Argumen yang tampaknya kuat ini ternyata disalahkan oleh Allah karena Elifas menganut pandangan keliru atas anugerah Allah.

Keputusan Allah

Setelah TUHAN menjawab Ayub, maka berfirmanlah TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu (Bildad dan Zofar), karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." Maka pergilah Elifas, orang Téman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.[3]

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan