Kamis, 24 September 2026
06:43 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Elifas

Elifas

250px-Job_Blagoveshenskiy_sobor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fresco dari Cathedral of the Annunciation menggambarkan Ayub dan sahabat-sahabatnya.
Untuk anak sulung Esau, lihat Elifas bin Esau.

Elifas (bahasa Ibrani:אליפז; "Allah itu kekuatannya"; bahasa Inggris:Eliphaz), orang Téman, adalah seorang dari tiga sahabat Ayub yang bercakap-cakap mengenai penderitaan yang dialami Ayub, sebagaimana dicatat dalam Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Téman adalah salah satu kota penting di wilayah Edom (Amos 1:12; Obaja 9; Yeremia 49:20). Jadi Elifas tampaknya mewakili hikmat orang Edom yang dianggap terkenal pada zaman dahulu, menurut Obaja 8; Yeremia 49:7 dan Barukh 3:22.

Di bagian Alkitab yang lain, "Elifas" juga adalah nama anak sulung Esau (juga disebut Edom) bin Ishak bin Abraham, dan Elifas bin Esau ini mempunyai putra bernama "Téman".[2]

Perkataan

Ketika berbicara dengan Ayub, Elifas tampak lembut dan rendah hati. Sebagaimana sahabat-sahabatnya yang lain, Elifas pertama-tama bermaksud memberikan penghiburan. Elifas adalah yang pertama pula berbicara sebelum Bildad orang Suah dan Zofar orang Naama. Perkataannya dalam tiga babak pembicaraan dicatat dalam pasal-pasal Ayub 4-5, Ayub 15, dan Ayub 22. Dalam perkataannya yang pertama untuk menjawab keluhan Ayub, ia berpendapat bahwa orang yang sungguh-sungguh benar tidak akan ditinggalkan sama sekali oleh Allah, tetapi hukuman dapat diberikan kepada dosa yang tersembunyi. Elifas menolak bahwa ada orang yang tidak bersalah dan menegur Ayub karena menyatakan bebas dari kesalahan. Elifas menganjurkan Ayub untuk mengakui semua kesalahan yang disembunyikannya untuk mengakhiri hukuman. Argumen yang tampaknya kuat ini ternyata disalahkan oleh Allah karena Elifas menganut pandangan keliru atas anugerah Allah.

Keputusan Allah

Setelah TUHAN menjawab Ayub, maka berfirmanlah TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu (Bildad dan Zofar), karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." Maka pergilah Elifas, orang Téman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.[3]

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan