Sabtu, 26 September 2026
17:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Elektorat Köln

Elektorat Köln

Elektorat Köln
Erzstift und Kurfürstentum Köln
atau Kurerzstift Köln
atau Kurköln
953–1803
Bendera Köln
Bendera
Lambang Köln
Lambang
Peta Rhein Hilir pada tahun 1560; Elektorat Köln ditandai dengan warna merah
Peta Rhein Hilir pada tahun 1560; Elektorat Köln ditandai dengan warna merah
StatusNegara bagian Kekaisaran Romawi Suci
Elektor kekaisaran
Ibu kotaKöln (953–1288)
Bonn (1597–1794)
PemerintahanKepangeranan elektif
Elektor Köln 
• 1801–1803
Adipati Agung Anton Victor dari Austria
Era SejarahMiddle Ages of 1D
• Keuskupan didirikan
Zaman Romawi
• Diangkat menjadi keuskupan agung
953
• Bruno I menjadi uskup agung
953
• Kanselir agung Italia
1031
1288
• Bergabung dengan Lingkar Rhein Elektoral
1512
1803 1803
Didahului olehDigantikan oleh
Kadipaten Lorraine
Hesse-Darmstadt
Kadipaten Nassau
Wied-Runkel
Rhin-et-Moselle
Roer (departemen)

Elektorat Köln (bahasa Jerman:Kurfürstentum Köln), kadang-kadang disebut Köln Elektoral (bahasa Jerman:Kurköln), adalah kepangeranan keuskupan di Kekaisaran Romawi Suci yang berdiri dari abad ke-10 hingga awal abad ke-19. Negara ini mencakup wilayah sekuler Keuskupan Agung Katolik Roma Köln (bahasa Jerman:Erzbistum Köln). Negara ini dipimpin oleh seorang uskup agung yang juga berperan sebagai elektor-pangeran. Elektor-Uskup Agung Köln juga berperan sebagai kanselir agung Italia.

Ibu kota elektorat ini terletak di Köln. Konflik dengan warga Köln pada akhirnya membuat ibu kota elektorat dipindah ke Bonn. Status kota Köln sebagai kota kekaisaran bebas diakui pada tahun 1475, sehingga kota tersebut terlepas dari kendali elektor-uskup agung[1] Köln dan Bonn diduduki oleh Prancis pada tahun 1794. Sisi timur wilayah elektorat ini disekularisasi pada tahun 1803 selama mediatisasi Jerman.

Catatan kaki

  1. ↑ Harry de Quetteville. "History of Cologne". The Catholic Encyclopedia, Nov 28, 2009.

51°0′N 6°50′E / 51.000°N 6.833°E / 51.000; 6.833

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan