Kamis, 24 September 2026
11:12 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
J-Power

J-Power

perusahaan asal Jepang

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "J-Power"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Februari 2011)
Electric Power Development Company, Limited
250px-J_POWER_LOGO.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Denpatsu_Building%2C_at_Ginza%2C_Chuo%2C_Tokyo_%282019-01-02%29_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Denpatsu, di Ginza, Chuo, Tokyo
JenisPublik KK
TYO: 9513
IndustrIKetenagalistrikan
Didirikan1952 Sunting ini di Wikidata
Kantor pusat
Tokoh kunci
Yoshihiko Nakagaki, Presiden
PendapatanKenaikan ¥ 706.835 juta (FY 2014)
Kenaikan ¥ 28.694 juta (FY 2014)
PemilikNippon Life (5,48%)
Jumlah karyawan
2.366 (hingga tanggal 31 Maret 2015)

Electric Power Development Co., Ltd. (電源開発株式会社, Dengen Kaihatsu Kabushiki-gaisha), beroperasi dengan nama merek J-POWER, setelah sebelumnya dengan nama merek Denpatsu (電発), adalah sebuah penyedia listrik di Jepang. Perusahaan ini memproduksi listrik terutama dengan PLTU dan PLTA. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki sejumlah PLTB dan sebuah PLTN di Ohma, prefektur Aomori. J-Power merupakan operator tunggal jalur transmisi listrik yang menghubungkan empat pulau terbesar di Jepang .

Sejarah

250px-Electric_Power_Development_Co.%2C_Ltd_%28headquarters%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat Electric Power Development, di Ginza, Chuo, Tokyo

Setelah Perang Dunia II, sebagai bagian dari upaya pengubahan, Panglima Tertinggi Sekutu memerintahkan pembubaran Nihon Hassoden K.K. (日本発送電株式会社, Nihon Hassōden Kabushiki-gaisha), yang pada saat itu memasok listrik ke seantero Jepang dengan status semi-pemerintahan. Nihon Hassōden pun dipecah menjadi sejumlah perusahaan, yang kini menjadi penyedia listrik modern Jepang. Walaupun begitu, dengan kondisi ekonomi Jepang yang belum terlalu baik pasca perang, hanya ada sedikit investor yang berani berinvestasi pada perusahaan-perusahaan hasil pecahan, sehingga anggaran riset dan pengembangannya pun tidak dapat mengikuti permintaan listrik masyarakat Jepang yang makin meningkat. Pada tanggal 19 September 1952, pemerintah pendudukan akhirnya memutuskan untuk membentuk Electric Power Development Company (EDPC) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan ketenagalistrikan di Jepang.

Pada tahun 1997, Pemerintah Jepang mengumumkan privatisasi EDPC, dan pada tahun 2004, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Saham Tokyo.

Lihat juga

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan