Minggu, 01 November 2026
00:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Elagabalus (dewa)

Bagikan:

Elagabalus /ˌɛləˈɡæbələs/, Aelagabalus, Heliogabalus, /ˌhiːliəˈɡæbələs/ atau Elagabal saja, adalah dewa matahari Arab-Romawi[1] yang pernah dipuja di kota Emesa (kini Homs) di Suriah . Meskipun terdapat berbagai ragam nama, dewa ini selalu disebut dengan nama Elagabalus pada koin dan prasasti Romawi sejak tahun 218 M, pada masa pemerintahan Kaisar Elagabalus.[2]

Pemujaan

330px-Bronze-Uranius_Antoninus-Elagabal_stone-SGI_4414.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuil di Emesa, berisi batu suci, di belakang koin perunggu ini oleh perampas kekuasaan Romawi Uranius

Elagabalus pada mulanya dihormati di Emesa, Suriah, dan Dinasti Arab Emesa berperan sebagai imamnya. Nama Elagabalus merupakan Latinisasi dari penjelmaan sang dewa, "Ilah Al-Gabal" ("إله الجبل"), yang dapat diterjemahkan menjadi "Dewa Gunung".[3][4]

Pemujaan dewa Elagabalus menyebar ke wilayah lainnya di Kekaisaran Romawi pada abad kedua. Sebagai contoh, inskripsi yang dipersembahkan untuk sang dewa telah ditemukan hingga di Woerden, Belanda.[5]

Referensi

  1. ↑ Shahid, Irfan (1984). Rome and the Arabs. Washington, D.C.: Dumbarton Oaks. hlm. 36. ISBN 0-88402-115-7. Just as the pagan Arab cult of the sun-god of Emesa is a relevant feature of background for the interest of the Severi in religion and in the case of Elagabalus for the installation of the Arab sun-god in Rome itself
  2. ↑ Martijn Icks, The Crimes of Elagabalus: The Life and Legacy of Rome's Decadent Boy Emperor (2011) hlm. 48
  3. ↑ Ball, Rome in the East: the transformation of an empire, hlm. 37
  4. ↑ The Journal of Juristic Papyrology, volume 23, page 116: "und mit palmyrenischer Inschrift "Gott Berg" steht die umstrittene Etymologie des Namens "Elagabal" (ilah ha-gabal) fest"
  5. ↑ The Woerden Elagabal Inscription.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan