Jumat, 02 Oktober 2026
09:41 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Ekasila

Bagikan:

Ekasila yang berarti satu dasar. Satu dasar adalah konsep yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno sebagai penyederhanaan dari Pancasila menjadi satu sila inti yaitu Gotong Royong.

Sejarah

Pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara yang dikenal dengan Pancasila. Pancasila terdiri dari kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kejeahteraan sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu, Soekarno juga mengusulkan alternatif lain yang berupa Trisila yang terdiri dari socio-nationalism, socio-democratie, dan Ketuhanan, serta Ekasila yang dirumuskan menjadi satu asas yaitu gotong royong. Kedua alternatif tersebut dilakukan sebagai penyederhanaan dari lima sila apabila terdapat keinginan tersebut sebagai penyederhanaan untuk merumuskan dasar negara dengan jumlah prinsip yang lebih sedikit. Hasil Sidang BPUPKI menempatkan Pancasila sebagai lima dasar negara Republik Indonesia. [1]

Soekarno menjelaskan bahwa intisari mendasar dari Pancasila adalah gotong royong, yaitu kerjasama penuh kesukarelaan antara unsur-unsur pendukung kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan sosial dan Ketuhanan. Soekarno mengatakan bahwa Gotong Royong merupakan pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-biantu bersama, Amal buat kepentingan semua, keringar semua kebahagiaan semua.[2]

Pendapat Soekarno

Ekasila menurut Soekarno yaitu untuk menyatukan suku yang beragam, mencampurkan yang peranakan asli Indonesia dan yang bukan asli dan peranakan Indonesia ke dalam pemerintahan serta semua agama bisa bergotong-royong dan bekerja sama dalam beramal dan bersosial bersama.

Peleburan Pancasila

Ekasila merupakan inti dari pancasila menjadi satu yaitu gotong-royong yang awalnya terdiri dari:

  1. Sosio Nasionalisme yang artinya masyarakat harus bertindak untuk kemauan seluruh kepentingan lapisan masyarakat. Sosio Nasionalisme mengandung prinsip kebangsaan dan perikemanusiaan yang menegaskan kepentingan hubungan antar bangsa atas dasar kemerdekaan dan keadilan yang sesungguhnya.
  2. Sosio Demokrasi, demokrasi yang mengakar di masyarakar dan mengatur kebutuhannya dan dipimpin dengan gotong royong oleh hubungan kekeluargaan.
  3. Yang Berketuhanan, menjunjung ketuhanan yang Maha Esa.

Tujuan

Tujuan Ekasila yaitu

  1. menegaskan kehidupan bangsa Indonesia harus dilandasi semangat persatuan dan kerja sama.
  2. mewujudkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penerapan

Ekasila diterapkan sebagai:

  1. Kerja bakti membersihkan lingkungan.
  2. Membantu korban bencana alam.
  3. Musyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama.
  4. Saling Membantu antarwarga tanpa membedakan suku, agama dan golongan.

Referensi

  1. ↑ satria.ardhi.n (2021-06-02). "Dikembalikannya Peringatan Pancasila pada 1 Juni Tidak Akan Mengubah Dasar Negara". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2026-06-07.
  2. ↑ "Kisah Pancasila" (PDF). Repositori Kemendikdasmen.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan