Kamis, 29 Oktober 2026
14:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Efusi perikardium

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Efusi perikardium atau disebut juga efusi perikardial adalah penumpukan cairan pada perikardium yang merupakan kantung di sekitar jantung dan terdiri dari dua lapis dan berisi cairan untuk melumasi pergerakan jantung di dalam rongga dada.[1][2][3]

Penyebab kejadian ini yang paling sering adalah peradangan. Selain itu, serangan jantung, gangguan autoimun, kanker dan penyebarannya, hipotiroidisme, obat-obatan tertentu, dan trauma fisik pada rongga dada dapat menyebabkan kondisi ini. Gejala yang dirasakan penderita adalah nyeri dada hebat, batuk, suara serak, cemas, kelelahan, cegukan, tidak nyaman bernapas dalam posisi berbaring (ortopnea), dan mual muntah.[1][2]

Penanganan efusi perikardium tergantung kepada seberapa banyak cairan yang terakumulasi dan beratnya keluhan yang dirasakan penderita. Jenis penanganannya ada dua yaitu perikardiosentesis dengan memasukkan jarum ke daerah efusi dan menarik cairannya keluar, serta perikardioktomi yang dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum dan dilakukan oleh dokter bedah. Prosedur ini akan merobek lapisan perikardium agar cairannya keluar.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 "Pericardial Effusion: Causes, Symptoms, and Treatment". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-12.
  2. 1 2 3 "Pericardial Effusion". Cleveland Clinic. Diakses tanggal 2020-03-12.
  3. ↑ Gaillard, Frank. "Pericardial effusion | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org". Radiopaedia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-03-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan