Selasa, 20 Oktober 2026
01:42 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Efek Raman

Efek Raman

Bagikan:
250px-Setup_Raman_Spectroscopy_adapted_from_Thomas_Schmid_and_Petra_Dariz_in_Heritage_2%282%29_%282019%29_1662-1683.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengaturan Spektroskopi Raman diadaptasi dari Thomas Schmid dan Petra Dariz di Heritage 2(2) (2019) 1662-1683

Efek Raman /ˈrɑːmən/ adalah serakan inelastik dari sebuah foton setelah bersinggungan dengan sebuah materi. Efek tersebut ditemukan oleh C. V. Raman dan K. S. Krishnan (yang merupakan seorang murid dari C.V. Raman) dalam benda cair,[1] dan secara terpisah oleh Grigory Landsberg dan Leonid Mandelstam dalam benda kristal.[2] Efek tersebut telah diprediksi secara teorial oleh Adolf Smekal pada 1923.[3]

Referensi

  1. ↑ Raman, C. V. (1928). "A new radiation". Indian J. Phys. 2: 387–398. Diakses tanggal 14 April 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Landsberg, G.; Mandelstam, L. (1928). "Eine neue Erscheinung bei der Lichtzerstreuung in Krystallen". Naturwissenschaften. 16 (28): 557. Bibcode:1928NW.....16..557.. doi:10.1007/BF01506807.
  3. ↑ Smekal, A. (1923). "Zur Quantentheorie der Dispersion". Naturwissenschaften. 11 (43): 873–875. Bibcode:1923NW.....11..873S. doi:10.1007/BF01576902.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan