Minggu, 01 November 2026
15:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Efek Fujiwara

Efek Fujiwara

Bagikan:
250px-Odette_and_Seroja_2021-04-09_0645Z.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siklon Tropis Odette (atas) dan Siklon Tropis Seroja (bawah) saling berinteraksi di Samudra Hindia pada tanggal 9 April 2021

Efek Fujiwara atau yang disebut juga Interaksi Fujiwara merupakan suatu fenomena yang terjadi ketika dua pusat pusaran badai siklon bergerak saling mendekati satu sama lainnya dan memperkecil jarak di antara masing-masing pusat pusaran tekanan rendah badai siklon. Nama efek ini diambil dari nama penemu dan pendefinisi fenomena ini, yaitu Fujiwara Sakuhei yang merupakan seorang ahli meteorologi Jepang yang meneliti tentang pergerakan pusaran-pusaran siklon di perairan pada tahun 1920-an.[1] Interaksi biner dari dua buah sirkulasi kecil siklon dapat menjadi penyebab terbentuknya badai siklon yang besar atau tergabungnya dua siklon tropis menjadi satu badai siklon tropis yang besar hingga sangat besar. Dua siklon tropis biasanya dapat dikatakan saling berinteraksi jika jarak masing-masing pusat pusaran berada pada rentang 1.400 kilometer (870 mi).

Penjelasan

250px-Binaryinteraction.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram efek Fujiwara yang menunjukkan bagaimana 2 siklon tropis saling berinteraksi.[2]

Ketika siklon-siklon saling berdekatan, masing-masing pusaran badai siklon akan saling mengelilingi satu sama lain secara siklonik (searah jarum jam di belahan bumi selatan dan berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara)[3] di sekitar suatu titik antara dua sistem siklon yang disebabkan oleh sirkulasi angin siklonik dari tiap-tiap sistem siklon. Dua pusaran siklon itu akan saling tertarik, dan pada akhirnya berpilin pada titik tengahnya dan melebur.[4] Ketika dua pusat pusaran tidak memiliki ukuran yang seimbang atau sama, pusaran siklon yang lebih besar cenderung akan lebih menguasai atau mendominasi fenomena interaksi ini dan pusaran yang lebih kecil akan berputar mengitari pusaran siklon yang lebih besar.[5]

Siklon tropis

Lihat pula: Siklon tropis
250px-Odette-Seroja_fujiwhara_effect.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siklon Odette (kiri) dan Siklon Seroja (kanan) terlibat dalam suatu interaksi Fujiwara ketika masing-masingnya menguat pada tanggal 7–9 April 2021.

Siklon tropis dapat terbentuk ketika sirkulasi-sirkulasi kecil pada Zona konvergensi intertropis melebur atau tergabung.[6] Efek atau interaksi ini sering disinggung pada pembicaraan mengenai pergerakan siklon-siklon tropis, meskipun penggabungan akhir dari dua sistem badai cenderung jarang terjadi. Efek Fujiwara ini tampak jelas ketika dua siklon tropis saling berdekatan pada jarak 1.400 kilometer (870 mi). Tingkat rotasi pada dua siklon tropis akan sangat meningkat ketika jarak antara masing-masing sistem sama atau kurang dari 650 kilometer (400 mi).[7] Dua sistem pusaran siklon dapat disebut tergabung ketika jarak masing-masing pusat pusaran sama dengan atau kurang dari 300 kilometer (190 mi).[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Fujiwhara, Sakuhei (1921). "The natural tendency towards symmetry of motion and its application as a principle in meteorology". Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society. 47 (200): 287–293. Bibcode:1921QJRMS..47..287F. doi:10.1002/qj.49704720010.
  2. ↑ Wu, Chun-Chieh; Huang, Treng-Shi; Huang, Wei-Peng; Chou, Kun-Hsuan (Juli 2003). "A New Look at the Binary Interaction: Potential Vorticity Diagnosis of the Unusual Southward Movement of Tropical Storm Bopha (2000) and Its Interaction with Supertyphoon Saomai (2000)". Monthly Weather Review. 131 (7): 1289–1300. Bibcode:2003MWRv..131.1289W. doi:10.1175/1520-0493(2003)131<1289:ANLATB>2.0.CO;2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Landsea, Chris (2009-02-06). "Subject: D3) Why do tropical cyclones' winds rotate counter-clockwise (clockwise) in the Northern (Southern) Hemisphere?". Atlantic Oceanographic and Meteorological Laboratory. Diakses tanggal 2009-12-28.
  4. ↑ DeMaria, Mark; Johnny C. L. Chan (Agustus 1984). "Comments on "A Numerical Study of the Interactions between Two Cyclones". Mon. Wea. Rev. 112 (8): 1643–1645. Bibcode:1984MWRv..112.1643D. doi:10.1175/1520-0493(1984)112<1643:CONSOT>2.0.CO;2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Fujiwhara effect describes a stormy waltz". USA Today. November 1, 2007. Diakses tanggal 2008-02-21.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Kieu, Chanh Q.; Da-Lin Zhang (Juni 2010). "Genesis of Tropical Storm Eugene (2005) from Merging Vortices Associated with ITCZ Breakdowns. Part III: Sensitivity to Various Genesis Parameters". J. Atmos. Sci. 67 (6): 1745–1758. Bibcode:2010JAtS...67.1745K. doi:10.1175/2010JAS3227.1.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Ziv, B; P. Alpert (1995-05-01). "Rotation of Binary Cyclones – A Data Analysis Study". J. Atmos. Sci. 52 (9): 1357–1363. Bibcode:1995JAtS...52.1357Z. doi:10.1175/1520-0469(1995)052<1357:ROBCDA>2.0.CO;2.
  8. ↑ Prieto, Ricardo, Brian D. McNoldy, Scott R. Fulton, and Wayne H. Schubert (November 2003). "A Classification of Binary Tropical Cyclone–Like Vortex Interactions". Mon. Wea. Rev. 131 (11): 2659. Bibcode:2003MWRv..131.2656P. doi:10.1175/1520-0493(2003)131<2656:acobtc>2.0.co;2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan