Senin, 19 Oktober 2026
13:22 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Efek Meissner

Efek Meissner

pengusiran medan magnet dari dalam superkonduktor selama transisinya ke keadaan superkonduksi ketika didinginkan di bawah suhu kritis

Bagikan:
250px-EfektMeisnera.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram dari efek Meissner. Garis-garis medan magnet, yang direpresentasikan sebagai panah, dihilangkan dari superkonduktor ketika suhunya di bawah suhu kritis

Efek Meissner (bahasa Jerman: Meißner-Ochsenfeld-Effekt) dalam fisika benda terkondensasi adalah pengusiran medan magnet dari dalam superkonduktor selama transisinya ke keadaan superkonduksi ketika didinginkan di bawah suhu kritis. Efek ini ditemukan oleh dua fisikawan Jerman, Walther Meissner dan Robert Ochsenfeld pada tahun 1933.[1]

Meissner dan Ochsenfeld menemukan fenomena ini dengan mengukur distribusi medan magnet di luar sampel timah dan timbal superkonduktor.[2] Sampel-sampel tersebut, dengan adanya medan magnet yang diberikan, didinginkan di bawah suhu transisi superkonduktor, di mana sampel-sampel tersebut mengusir medan magnet yang ada di dalam. Mereka mendeteksi efek ini hanya secara tidak langsung karena fluks magnetik yang dipertahankan oleh superkonduktor: ketika medan magnet di dalam berkurang, medan magnet di luar meningkat.

Referensi

  1. ↑ "Meissner effect | Superconductivity, Magnetic Fields & Temperature | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-13.
  2. ↑ Meissner, W.; Ochsenfeld, R. (1933-11). "Ein neuer Effekt bei Eintritt der Supraleitf higkeit". Die Naturwissenschaften (dalam bahasa Jerman). 21 (44): 787–788. doi:10.1007/BF01504252. ISSN 0028-1042.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan