Jumat, 16 Oktober 2026
10:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Edward Syah Pernong

Edward Syah Pernong

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. (Januari 2025)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Edward Syah Pernong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Edward Syah Pernong
250px-Sultan_sekala_brak_308.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Kepolisian Daerah Lampung
Masa jabatan
5 Juni 2015 –31 Desember 2015
PendahuluHeru Winarko
PenggantiIke Edwin
Sultan Kepaksian Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23[1]
Masa jabatan
19 Mei 1989 –sekarang
PendahuluSutan sekala brak yang dipertuan ke-22[1]
Pengganti-
Informasi pribadi
Lahir27 Januari 1958 (umur 68)
Suami/istriPuniakan Ratu Ir. Nurul Adiati
HubunganIke Edwin (adik sepupu)
Anak2
Almamater
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_National_Police.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pangkat40px-PDU_BRIGJEN_KOM.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal Polisi
SatuanReserse

Edward Syah Pernong (lahir 27 Januari 1958) adalah sultan Kesultanan Kepaksian Sekala Brak yang bertahta sejak 1989.[2] Sekaligus seorang perwira tinggi Polri yang sejak 31 Desember 2015 dimutasi sebagai Pati Sahli Kapolri (Dalam rangka pensiun).

Saibatin Pangeran Edward berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan struktural terakhir jenderal berbintang satu ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Lampung dan digantikan oleh Brigadir Jenderal Polisi Ike Edwin yang kebetulan ialah adik sepupunya.

Sultan Sekala Brak Pangeran Edward Syah Pernong[3] meraih sarjana dari fakultas hukum Universitas Gadjah Mada pada 1983, dan mengawali karier kepolisian saat mendaftar Sekolah Pewira (Sepa Polri). Perjalanan kariernya cukup fantastik. Ia pertama ditempatkan di PTIK pada 1984. Setelah itu disekolahkan oleh Gubernur PTIK di Dikjur Serse.

Lalu, masuk Selapa Dikreg XX 1992, kemudian ditempatkan di Jakarta, kali ini di Polda Metro Jaya, sebagai Kasubnit I, Reserse Umum. Tidak lebih tiga bulan di sana, dipercayakan menjadi Kasatserse Polres Metro Bekasi pada 1992. Prestasinya dalam mengungkap banyak tindak kejahatan membuat Presiden Soeharto waktu itu memanggilnya ke Istana Negara dan memberikan Lencana Adhi Satya Bhakti.

Edward Syah Pernong mendapat promosi menduduki jabatan Komisaris Besar kepolisian, yaitu menjadi Kapolres Metro Bekasi, Kapolres Metropolitan Jakarta Barat, dan Kapolwiltabes Semarang. Setelah lebih dari delapan tahun, dirinya mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal Polisi sesuatu yang langka untuk seorang Perwira yang mengawali karier bukan dari Akpol.

Selain sebagai seorang Perwira tinggi di Kepolisian, ia juga adalah sebagai Sultan Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, yang berada di Batu Brak, Provinsi Lampung.[4][4]

Riwayat Jabatan

  • Pama PTIK (1984)
  • Panit Reserse Umum Korps Reserse Polri (1986)
  • Kasubnit I Reserse Umum Polda Metro Jaya (1992)
  • Kasat Serse Polres Metro Bekasi (1992)
  • Kasat Serse Polres Metro Jakarta Pusat (1995)
  • Wakapolres Metro Jakarta Utara
  • Sultan Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Bekhak (19 Mei 1989-sekarang)
  • Kasat Reserse Tipiter Polda Jawa Barat (2000)
  • Kasat Reserse Polwiltabes Bandung (2000)
  • Kapolres Bandung Tengah (2001)
  • Kapolres Bandung (2002)
  • Wakapoltabes Palembang (2003)
  • Kapolres Metro Bekasi (2004)
  • Kapolres Metro Jakarta Barat (2006)
  • Penyidik Utama Dit. V/Tipiter Bareskrim Polri (2008)
  • Kapolwiltabes Semarang (2009)
  • Kadepkum Dit Akademik Akpol (2010)
  • Wakapolda Sulawesi Tengah (2013)
  • Wakapolda Maluku Utara (2013)
  • Widyaiswara Madya Sespim Polri (2013)
  • Karorenmin Bareskrim Polri (2014)
  • Kapolda Lampung (2015)
  • Analis Kebijakan Utama Sahli Kapolri (2016)

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kepolisian Negara Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan