Rabu, 28 Oktober 2026
16:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Edmund Spencer

Edmund Spencer

Bagikan:
Edmund Spenser
250px-Edmund_Spenser_oil_painting.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir1553
London, Inggris
Meninggal13 Januari 1599[1]
London, Inggris
Tempat peristirahatan terakhir
Westminster Abbey
AlmamaterPembroke College, Cambridge
PekerjaanSeniman
Karier kepenulisan
BahasaInggris
Periode1569–1599
Karya terkenalThe Faerie Queene
Tanda tangan
250px-Edmund_Spenser_Signature.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Edmund Spencer atau Edmund Spenser (lahir di London 27 April 1553; meninggal di London 13 Januari 1599) adalah seorang penyair besar zaman Ratu Elizabeth.[2] Ia berhasil menulis puisi-puisi terdiri dari 6 jilid, walaupun tak pernah terselesaikan, puisi-puisi tersebut merupakan suprakarya dalam sastra Inggris: The Faerie Queene (tahun 1590-1596).[2] Karya tersebut merupakan sebuah karya alegoris tentang nilai-nilai moral dari kesopanan Kristen.[2] Karya Edmund Spencer berakar pada folflore Inggris, sehingga puisi-puisinya dianggap sejajar dengan karya monumental milik Vergil atau Homerus.[2] Karya-karya lain di antaranya adalah The Shepheardes Calender (tahun 1579) dan Epithalamion (tahun 1595).[2]

Riwayat Hidup Ringkas

250px-Aprill%2C_from_the_Shepheardes_Calender.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman pertama ekloga "April" dari The Shepheardes Calender (1579), karya Edmund Spenser, salah satu karya awal yang mengawali reputasinya sebagai penyair Inggris.

Edmund Spencer lahir sekitar tahun 1552 atau 1553 dari sebuah keluarga sederhana, anak dari Yohanes Spenser, seorang pekerja harian pembuat pakaian.[3] Ia memiliki satu saudara perempuan bernama Sarah dan beberapa saudara laki-laki.[3] Ia belajar sambil bekerja dendan dukungan beberapa orang relasi salah satunya Nicholas Spenser. ia juga mendapat bantuan dari kedermawanan Robert Nowell, saudara Alexander Nowell, dekan di St Paul.[3] Di sekolah itulah ia belajar tentang tokoh-tokoh seperti Cato, Caesar, Horace, Lucan, dan Homer; belajar retorika tentang Cicero, Erasmus, dan Vives; dan dilatih dengan tekun dalam bahasa Latin dan kemposisi.[3] Beberapa juga belajar bahasa Yunani dan Ibrani.[3] Spenser kemudian menulis dalam The Shepheardes Calender (Desember, 37-42) atas dorongan Merchant Taylors.[3]

Ia mengambil gelar sarjana dan master pada tahun 1573 dan 1576.[3] Kemudian ia ke Cambridge.[3] Pada tahun 1577, ia bekerja di Earl of Leicester menjadi deputi kepala di Irlandia.[3] Di lingkungan ini ia belajar tentang politik, filsafat, dan mempertajam kemampuannya dalam berpuisi.[3]

Rujukan

  1. ↑ National Archive documents
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3276
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Inggris) Biografi Edmund Spenser diakses 14 Juni 2014
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan