Sabtu, 26 September 2026
06:29 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Edeko

tokoh pasca keruntuhan Romawi Barat

Edeko (ejaan lain: Edikon, Ediko, Edika, Ethiko) adalah tokoh pasca keruntuhan Romawi Barat.[1] Banyak cendekiawan menyatakan tokoh tersebut sebagai:

Etimologi

Otto Maenchen-Helfen menganggap nama Hunnik Έδέκων (Edekon) diserap dari suatu bahasa Jermanik atau nama yang terjermanikisasi, tetapi tidak menyebutkan turunan namanya dari bahasa mana.[1]

Omeljan Pritsak berpendapat nama tersebut diturunkan dari akar kata kerja dalam bahasa Turk Kuno yaitu *edär- (berarti "mengejar", "mengikuti"), dan akhiran kata benda deverbal κων (kun < r-k < r-g < *gun).[2] Bentuk yang direkonstruksi adalah *edäkün (< *edär-kün; berarti "pengikut", "pelayan").[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 Maenchen-Helfen 1973, hlm. 388.
  2. 1 2 Pritsak 1982, hlm. 456.
  3. ↑ Priscus, fragments 7 and 8, translated by C.D. Gordon, The Age of Attila: Fifth Century Byzantium and the Barbarians. Ann Arbor: University of Michigan. 1966. hlm. 70–93.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  4. ↑ Pritsak 1982, hlm. 457.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan