Jumat, 30 Oktober 2026
08:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Eddie Jaku

Bagikan:

Eddie Jaku (14 April 1920 – 12 Oktober 2021) adalah seorang penyintas kamp konsentrasi Nazi pada masa Holokaus. Jaku lahir dari keluarga Yahudi dengan nama Abraham "Adi" Jakubowiez pada April 1920 di kota Leipzig, Jerman. Orang tua dan banyak keluarga besarnya tidak selamat dari pembantaian Nazi.

Sempat dikeluarkan dari sekolah pada 1933, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya pada 1938 dengan kualifikasi di bidang teknik presisi. Jaku mengatakan kualifikasinya tersebut menyelamatkannya dari pembunuhan gas beracun yang kala itu dilakukan oleh Nazi. Kualifikasi tersebut membuat Jaku dapat hidup dan bekerja sebagai budak.

Pada masa perang, Jaku sempat dikirim ke beberapa kamp konsentrasi, seperti Buchenwald dan Auschwitz. Ia berhasil melarikan diri. Walaupun begitu, orangtua Jaku dibunuh dengan menghirup gas saat tiba di kamp konsentrasi. Sebelum diselamatkan pasukan Amerika Serikat, Jaku bersembunyi selama berbulan-bulan. Pada 1946, ia menikah dengan istrinya yang juga seorang Yahudi, Flore, yang selamat dari perang karena berpura-pura beragama Kristen. Pada 1950, mereka bermigrasi ke Australia.[1]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik Yahudi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan