Minggu, 04 Oktober 2026
07:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Edafologi

Bagikan:
Bagian dari sebuah seri tentang
Ilmu pengetahuan
Model Bohr bergaya dari atom litium
Umum
Cabang
Dalam masyarakat

Edafologi (diambil dari bahasa Inggris: edaphology, yang membentuknya dari dua kata bahasa Yunani ἔδαφος, edaphos, "tanah, pijakan"; dan -λογία, -logia, "lambang", "pengetahuan"), atau ilmu kesuburan tanah, adalah salah satu dari dua cabang utama ilmu tanah yang mempelajari peran tanah sebagai pendukung kehidupan, terutama tumbuhan.[1][2] Cabang utama ilmu tanah yang lain adalah pedologi.

Sejalan dengan semakin tingginya kesadaran manusia akan lingkungan hidupnya, ilmu ini juga semakin mendalami pengaruh tanah terhadap kualitas kehidupan manusia dan lingkungan,[3] dan juga penggunaan tanah oleh manusia.[4] Selain mempelajari kesuburan tanah dan daya dukung tanah dalam mendukung pertanian, edafologi juga mempelajari kualitas kandungan bahan-bahan berbahaya di tanah dan air tanah, serta mengkaji pemanfaatan zat-zat yang dapat memperbaiki kualitas tanah (misalnya dalam pengembangan teknologi pupuk organik cair dan pembuatan starter kompos yang efektif).

Edafologi dalam pertanian dikenal pula di beberapa tempat di dunia sebagai agrologi. Edafologi juga dipelajari oleh ilmu lingkungan sebagai ilmu tanah lingkungan. Di Rusia edafologi dianggap sama dengan pedologi, tetapi dengan sisi terapan yang kuat di bidang fisika dan kimia pertanian.[5]

Sejarah

Xenophon (431–355 SM), dan Cato (234–149 SM) dianggap telah mempelajari edafologi. Xenophon telah mencatat manfaat pemendaman tanaman penutup tanah (cover crop) terhadap hasil pertanaman. Cato, dengan karyanya De Agri Cultura ("On Farming"), telah menyarankan pengolahan tanah, dan rotasi tanaman (termasuk penggunaan legum dalam salah satu tahap rotasi). Ia di sana juga telah memberikan panduan jenis-jenis tanah yang sesuai dengan tanaman tertentu untuk mendukung pertanaman yang baik.


Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Page 8 in Buckman, Harry O.; Brady, Nyle C. (1960). The Nature and Property of Soils - A College Text of Edaphology (Edisi 6th). New York: The MacMillan Company.
  2. ↑ Gardiner, Duane T. "Lecture 1 Chapter 1 Why Study Soils?". ENV320: Soil Science Lecture Notes. Texas A&M University-Kingsville. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-09. Diakses tanggal 2008-01-12.
  3. ↑ Research Branch(1976)."Glossary of Terms in Soil Science". Publication 1459.Canada Department of Agriculture, Ottawa..Diakses pada 7 Januari 2008.
  4. ↑ Whittow, John B. (1984). The Penguin Dictionary of Physical Geography. London: Penguin Books. ISBN 014051094X.
  5. ↑ Tseits, M. A. (2005). "Soil Science Web Resources: A Practical Guide to Search Procedures and Search Engines" (PDF). Eurasian Soil Science. 38 (2). Translated from Pochvovedenie, No. 2. 2005, pp. 247-253: page 223. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-07-18. Diakses tanggal 2008-01-07.{{cite journal}}: |pages= memiliki teks tambahan; Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan