Senin, 28 September 2026
16:53 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

E-dinar

E-dinar
IndustrISistem Pembayaran
Tokoh kunci
Dr. Zeno Dahinden CEO, Prof. Fernando Vadillo Presiden

e-dinar adalah mata uang emas digital yang dirintis pada tahun 2000 oleh Zeno Dahinden asal Swiss, Dato Abdul Rahman Shariff asal Malaysia, dan Fernando Vadillo asal Spanyol. Mereka adalah perusahaan inkorporasi yang terdaftar di Labuan, Malaysia, sebagai e-dinar Ltd. dan di Dubai sebagai e-dinar FZ-LLC.

e-dinar mulai membuat koin emas dan perak mereka sejak tahun 1992. Setelah mengakhiri kerjasama dengan e-gold pada tahun 2000, mereka mendirikan usaha sendiri di Uni Emirat Arab dan Indonesia. Mendekati akhir tahun 2003, setengah saham perusahaan ini dibeli oleh sebuah perusahaan internasional asal Timur Tengah yang tidak diketahui namanya. Pada bulan Juli 2004, e-dinar akhirnya benar-benar berpisah dari e-gold. e-dinar membolehkan penggunanya untuk mentransfer emas dan perak (e-dirham) secara instan antarpengguna, sama seperti perusahaan sejenis.

Jumlah total emas dan perak yang tersimpan dalam gudang dan yang sedang dalam sirkulasi hingga saat ini belum diketahui.

Lihat pula

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan