Senin, 28 September 2026
16:40 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Dugem

Dugem

330px-Beats_On.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Disjoki memandu kerumunan orang berjoget di Bali.

Dugem (lakuran dari dunia gemerlap; bahasa Inggris: clubbing;[1] berhubungan dengan rave) adalah kegiatan mengunjungi dan berkumpul di kelab malam, diskotek atau festival musik. Kegiatan ini mencakup bersosialisasi, mendengarkan musik, berjoget, minum minuman keras dan adakalanya menggunakan obat-obatan terlarang. Kebanyakan orang pergi berdugem untuk mendengarkan musik keluaran terbaru pada tata suara yang lebih besar dan lebih canggih daripada yang mereka miliki di rumah, atau untuk bersosialisasi dan berkenalan dengan orang baru. Dugem dan pesta rave dalam sejarahnya mengacu pada pesta musik semalam suntuk yang dijalankan tanpa izin oleh kelompok akar-rumput dan anti-kemapanan, lazimnya menampilkan musik-musik elektrik, seperti tekno, house, trance dan drum and bass.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Andhi Kusmanjaya, 079916093 (2008-01-28). "FENOMENA DUGEM SEBAGAI SUB KULTUR DALAM PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES". UNIVERSITAS AIRLANGGA.{{cite journal}}: |first= memiliki nama numerik; Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ A “Rave” Review: Conceptual Interests and Analytical Shifts in Research on Rave Culture, Tammy L. Anderson and Philip R. Kavanaugh, University of Delaware, 2007, http://www.udel.edu/soc/tammya/EDM-Project/content/raveCulture/Publications/Sociological%20Compass%202007.doc
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan