Kamis, 22 Oktober 2026
11:30 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Dualisme Jerman

Dualisme Jerman

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Dualisme Jerman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
330px-Deutscher-Dualismus.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Singa Prusia dan gajah Austria. Ilustrasi dibuat oleh Adolph Menzel, 1846.

Dualisme Jerman ([Deutscher Dualismus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)), atau disebut juga Persaingan Austria-Prusia, adalah konflik dan persaingan antara Austria dan Prusia yang memperebutkan kekuasaan atas Eropa Tengah selama abad ke-18 dan ke-19. Sementara perang merupakan bagian dari persaingan, dualisme ini juga melibatkan upaya untuk meningkatkan martabat agar dapat dipandang sebagai kekuatan politik yang sah di wilayah berbahasa Jerman. Walaupun telah terjadi beberapa perang seperti Perang Tujuh Tahun, hubungan antar kedua negara tidak selalu buruk; kadang-kadang mereka dapat bekerjasama, seperti saat Peperangan era Napoleon dan Perang Schleswig Kedua.

Sejarah

Persaingan dianggap telah dimulai setelah kematian Kaisar Karl VI pada tahun 1740. Raja Friedrich yang Agung dari Prusia melancarkan serangan terhadap Silesia yang dikuasai Austria, sehingga memulai Perang Silesia. Ia berhasil mengalahkan tentara Austria dalam Pertempuran Chotusitz pada tahun 1742, dan selanjutnya Maria Theresia dari Austria terpaksa menyerahkan wilayah Silesia kepada Prusia.

Austria dan Prusia bertempur bersama melawan Kekaisaran Prancis Pertama selama Peperangan era Napoleon. Setelah perang selesai pada tahun 1815, negara-negara Jerman diatur kembali menjadi Konfederasi Jerman. Kaum nasionalis Jerman mulai menginginkan penyatuan Jerman, tetapi bingung dalam memilih negara mana yang terbaik untuk mencapai hal tersebut. Dengan meningkatnya nasionalisme, Perang Schleswig Kedua meletus, dan dalam perang tersebut Denmark dikalahkan oleh tentara gabungan Austria dan Prusia, sehingga Denmark terpaksa menyerahkan Schleswig-Holstein. Prusia kemudian menguasai wilayah itu sepenuhnya dan menekankan hegemoni atas wilayah-wilayah Jerman setelah berhasil memenangkan Perang Austria-Prusia. Kemudian, Perang Prancis-Prusia meletus, dan setelah Prusia menang Kekaisaran Jerman disatukan oleh Prusia pada tahun 1871. Jerman yang dipimpin oleh Prusia pun menjadi kekuatan yang lebih besar dari Austria, sementara Austria berubah menjadi Austria-Hungaria pada tahun 1848.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan